Image
Sekadau

Tiga Warga Sekadau Positif Corona, Dua Pria 14 Tahun dan Satu Wanita 45 Tahun

Bupati Sekadau Rupinus didampingi jajarannya menggelar jumpa pers terkait tambahan tiga pasien terkonfirmasi positif baru Covid-19 di ruang rapat Bupati Sekadau, Rabu (17/6/2020). Foto: Abdu Syukri/Jurnalis.co.id

– Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sekadau kembali bertambah. Tercatat ada tiga warga lagi yang kembali terpapar virus corona.

“Ada tambahan tiga kasus baru,” kata Rupinus, Ketua Umum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sekadau saat jumpa pers, Rabu (17/6/2020).

Ditemukannya tiga pasien baru ini setelah Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes, PP dan KB) Sekadau menerima empat hasil swab melalui pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (RT PCR) metode Real Time dari laboratorium Rumah Sakit (RS) Untan Pontianak pada Selasa (16/6/2020 pukul 22.40 WIB. Di mana tiga warga dinyatakan positif Covid-19 dan satunya lagi negatif.

Image

“Yang positif masing-masing pasien 08, laki-laki umur 14 tahun warga SP 5 Melanjan, Balitang Hilir. Pasien 09, laki-laki umur 14 tahun, warga Tapang Pulau, Belitang Hilir. Kemudian pasien 10 perempuan umur 45 tahun warga Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu,” beber Rupinus.

Dengan tambahan tiga kasus positif baru ini, hingga sekarang ada 10 pasien Covid-19 di Kabupaten Sekadau. Dari jumlah tersebut, empat orang sudah sembuh dan sudah diperbolehkan pulang.

Image

“Untuk pasien yang baru ini, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sekadau akan melakukan penjemputan untuk dilakukan isolasi ketat,” ujar Bupati Sekadau.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sekadau, Henri Alpius menegaskan, tim Gugus Tugas terus melakukan pemetaan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sekadau. Upaya yang diperkuat saat ini adalah melakukan rapid test.

Namun, kata Henri, rapid test juga ada kendalanya. Salah satunya adanya penolakan dari warga kelompok berisiko yang tidak mau dirinya di-rapid test.

“Tapi kita terus melakukan pendekatan persuasif. Kita berharap warga mau secara sadar ikut rapid,” ungkap Henri. (Suk)

Image
Image Image
Image Image
Image
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top