Image
Image
Sekadau

Rumah Gizi Jadi Strategi Dinkes Sekadau Perangi Stunting

Bupati Sekadau, Rupinus meresmikan rumah gizi di Sungai Sambang, Kecamatan Sekadau Hulu, belum lama ini. Foto: Istimewa

– Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana terus memerangi angka stunting di Sekadau. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya membangun rumah gizi.

Salah satu rumah gizi yang diresmikan baru-baru ini ada di Desa Sungai Sambang Kecamatan Sekadau Hulu. Peresmian rumah gizi itu dilakukan langsung Bupati Sekadau, Rupinus, awal pekan lalu.

Selain rumah gizi Sungai Sambang, ada tiga rumah gizi lain yang diresmikan dalam kesempatan sama. Yakni rumah gizi Desa Nanga Pemubuh, Desa Boti dan Desa Mondi.

Dalam sambutannya, Rupinus menyampaikan pentingnya ada rumah gizi bagi masyarakat. Dimana rumah gizi bertujuan untuk mengurangi angka stunting di Kabupaten Sekadau.

Stunting menunjukkan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak.

Image

“Makanya dibangunlah rumah gizi, nanti ada berbagai kegiatan di sini. Nanti masyarakat dilatih untuk mengolah makanan lokal yang bergizi untuk kebutuhan bayi,” kata Rupinus.

Lebih lanjut, Rupinus menjelaskan pembangunan rumah gizi bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID), yang pada tahun 2020 sebesar 54 miliar. Namun akibat adanya pandemi Covid-19, DID untuk pembangunan jalan dan jembatan mengalami pemotongan anggaran, sementara dibidang Pendidikan dan Kesehatan tidak mengalami potongan.

“Maka dari itu dibidang kesehatan selain Puskesmas, rumah gizi ini bisa dibangun, karena DID dibidang kesehatan. Tidak bisa dipindahkan untuk bikin jalan, peruntukannya di bidang kesehatan,” jelas Rupinus.

Rupinus berharap dengan adanya rumah gizi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat setempat.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sekadau, Henry Alpius menjelaskan untuk Kalimantan Barat, balita stunting berkisar antara 36%. Untuk Kabupaten sekadau, angka stunting berangsur menurun, dari tahun 2013 angka stunting di 44%, kemudian tahun 2017, 39, 2%, tahun 2018, 32%, dan tahun 2019, 30,9%.

“Ini merupakan suatu tantangan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, maka langkah strategis yang dilakukan oleh dinas kesehatan adalah perbaikan gizi bagi anak stunting,” ujarnya. (suk)

Image
Image Image Image
Image Image
Image Image
Image Image
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top