Image Image Image Image
Ketapang

Pimpinan Ponpes Dafa Gagas Wujudkan Madrasah Quran Tiap Desa di Ketapang

Syeikh Quddus bersama masyarakat meninjau lahan yang dihibahkan untuk Madrasah Quran di Dusun SumberbPeriangan, Desa Sembelanga’an, Kamis (23/09/2021). Foto: Kamiriluddin/Jurnalis.co.id

– Madrasah Quran (MQ) akan didirikan di setiap desa di Kabupaten Ketapang. Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fadhilah Ketapang, Syeikhul Amir Muhammad Abdul Quddus, SThI saat menghadiri undangan warga Desa Sembelanga’an, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kamis (23/09/2021).

Dikatakan Syeh Quddus (sapaan akrab Syeikhul Amir Muhammad Abdul Quddus), MQ merupakan cabang dari Pondok Pesantren Darul Fadhilah yang berpusat di Kongsi Lapan, Kelurahan Kauman, kecamatan Matan Hilir Selatan. Walau MQ belum lama digagas, namun MQ sudah mulai dibangun di sejumlah desa. Bahkan, kegiatan belajar mengajar di MQ sudah berjalan.

“Mudah-mudahan di desa Sembelanga’an ini tepatnya di dusun Sumber Periangan juga didirikan Madrasah Quran. Tujuan dari MQ ini, anak anak bisa belajar dasar tentang Alquran sehingga ketika masuk ke Pondok Pesantren Darul Fadhilah tidak lagi belajar iqro’ melainkan langsung fokus pada hafalan atau tahfiz,” ungkap Syeh Quddus disambut antusias warga termasuk Kepala Desa Sembelanga’an, Dodi Mijil S dan Kepala Dusun Sumber Sumber Peringan, Iskandar.

Sebelum MQ diwujudkan, Syeikh Quddus yang alumni Ponpes An Nur Yogyakarta mengajak warga Sembelangaan khususnya masyarakat Sumber Peringan terlebih dahulu aktif dalam majelis taklim. Dikatakannya, Ponpes Darul Fadhilah yang memiliki tiga program yaitu dakwah, tarbiyah dan iqtishadiyah hingga saat ini telah menaungi 106 majelis taklim.

“Kita punya yang namanya majelis taklim Yasin Fadhilah. Ada majelis khusus untuk bapak bapak, ibu-ibu, remaja bahkan anak-anak. Silahkan aktif dalam majelis, insya Allah Madrasah Quran bisa diwujudkan,” ajaknya.

Syeikh Quddus yang hadir ke Sumber Periangan atas undangan masyarakat setempat, juga menjelaskan apa itu dakwah, tarbiyah dan iqtishadiyah. Dakwah, dijelaskannya, bahwa Ponpes Dafa akan selalu aktif mendirikan serta membina majelis taklim. Kehadiran majelis taklim pun, diakuinya, akan mampu merubah peradaban atau kebiasaan masyarakat yang buruk menjadi baik.

“Siapa yang tak kenal dengan Kongsi Lapan, Ketapang yang jadi tempat kelahiran saya. Dulunya, terkenal maksiat mulai dari ronggeng, sambung ayam, judi dan lainnya. Alhamdulillah, berkat kita hidupkan majelis taklim sekarang kongsi Lapan sudah berubah total bahkan sudah menjadi kota santri,” ungkapnya dengan raut wajah serius.

Tak hanya dakwah, dilanjutkan Syeikh Quddus lagi, kalau Ponpes Dafa juga memiliki program dalam tarbiyah atau pendidikan. Sejauh ini, sudah berjalan PAUD, SD, SMP dan SMK.

“Kedepan kita bercita cita, Ponpes Dafa memiliki perguruan tinggi sendiri,” ucapnya penuh optimis.

Image

Terakhir, sambungnya, Ponpes Dafa memiliki program iqtishadiyah atau yang dikenal ekonomi mandiri. Tujuannya, agar marwah Ponpes terjaga yang tak hanya bermental proposal.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kita sudah bangun beberapa bidang usaha mulai dari perkebunan, jasa alat berat, dan air mineral dalam kemasan. Kedepan kita juga wujudkan berbagai bidang usaha lainnya seperti perternakan dan perikanan dan jenis usaha lainnya seperti Dafa Mart juga bidang kesehatan,” jelasnya.

“Dari tiga program yaitu dakwah, tarbiyah dan iqtishadiyah nantinya akan terwujud apa yang menjadi visi misi Ponpes Dafa yaitu fasilitas yang berkelas, kuantitas yang berkualitas dan dana kas yang tak terbatas,” timpalnya.

Dalam kesempatan itu, warga dusun Sumber Periangan menghibahkan lahan sekitar 4 hektar. Lahan yang dicanangkan untuk MQ itu disumbang dari salah satu warga serta tanah hibah milik desa yang ada di dusun Sumber Periangan.

“Tanah hibah ini milik warga kami atas nama pak Danang dan sisahnya tanah milik dusun,” kata Kepala Dusun Sumber Periangan, Iskandar.

Kepala Desa Sembelanga’an, Dodi Mijil S menyambut positif dibentuknya majelis taklim serta rencana MQ di wilayahnya. Ia menyadari, kegiatan keagamaan masih sangat kurang di desanya. Ia berharap, dengan digairahkannya kegiatan keagamaan bisa mengikis penyakit masyarakat yang kian hari makin mengkhawatirkan.

“Penyakit masyarakat seperti mabuk-mabukan, judi dan narkoba sangat memprihatinkan. Kita ingin kegiatan keagamaan bisa mengubah masyarakat kami menjadi lebih baik,” harapnya disambut dukungan pemuka agama dan masyarakat setempat.

Dalam kunjungan itu, Syeikh Quddus didampingi Kepala SMP Dafa, Ust Mahsul Soleh, Kepala SMK, Ihsan dan pengurus majelis taklim Wilayah Kayong Utara dan Matan Hilir Utara, Kamiriluddin dan Dobi Suprapto. (lud)

Image
Image Image
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top