
JURNALIS.co.id – Pengurus Masjid Ismuhu Yahya mengadakan Sunatan Massal Anak Sholeh (SMASH), Minggu (27/2/2022). Kegiatan yang diikuti 110 anak dari Desa Parit Baru, Kubu Raya, itu digelar untuk menyemarakan peringatan Isra Mi’raj 1443 H.
Ketua Panitia SMASH, Adi Galaherang mengatakan, untuk kegiatan sunatan massal kali ini pihaknya menyiapkan kuota 100 anak. Namun antusias warga yang tinggi membuat panitia menambah 10 kuota.
“Itupun masih ada yang mau daftar. Padahal pendaftaran sudah ditutup. Semoga ke depan bisa kita adakan dengan jumlah yang lebih besar,” kata Adi Galaherang melalui keterangan tertulisnya sebagaimana diterima redaksi, Minggu (27/2/2022).
Selain sunatan massal. Pengurus Masjid Ismuhu Yahya juga mengadakan donor darah yang diikuti 28 orang. Kepala Desa Parit Baru, Musa menyampaikan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena membantu warga tidak mampu.
“Sunatan massal yang diadakan Masjid Ismuhu Yahya ini terbesar yang pernah diselenggarakan di Desa Parit Baru,” kata Musa seraya mengharapkan program positif serupa rutin diadakan.
Sekadar informasi, kegiatan tersebut dibuka langsung Pengasuh Masjid Ismuhu Yahya, Kiyai Adi Pratama Larisindo. Dalam sambutannya, ia mengatakan, model dakwah yang diusung Masjid Ismuhu Yahya adalah dakwah kepedulian.

“Salah satu program yang favorit adalah Pasar Bahagia. Program ini mengajak para jamaah untuk semangat datang ke masjid dan belajar Al Qur’an yang diadakan setiap Jum’at Subuh,” ucap Kiyai Adi.

Ia menambahkan, Sunatan Massal Anak Sholeh juga termasuk program unggulan masjid. Didedikasikan untuk syiar kepada anak-anak. Supaya kenal masjid dan wasilah menjadi umat bahagia.
Masjid Ismuhu Yahya tidak sekadar dijadikan sebagai tempat melaksanakan ibadah. Tetapi masjid juga harus memberikan kontribusi. Seperti Baitul Mall, Rumah Sehat, Pondok Penghafal Qur’an dan juga layanan ambulance gratis.
Sementara itu, Pimpinan Masjid Ismuhu Yahya, Kiki Supardi berharap, kegiatan sunatan massal ini dapat terus berlanjut. Karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan sunatan massal seperti yang diadakan.
“Alhamdulillah kegiatan saat ini sudah berjalan lancer. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut karena masih banyak yang membutuhkan,” lugasnya.
Kiki berpendapat, saat ini telah masuk fase kolaborasi. “Semoga masjid bisa kolaborasi dengan unsur desa untuk sama-sama mewujudkan desa ini menjadi Desa Parit Baru Bahagia. Terima kasih banyak buat kepala desa dan jajarannya yang sudah mensupport selama ini,” demikian Kiki Supardi. (Sor/r)





Discussion about this post