
JURNALIS.co.id – Badan Pengawasan Bahan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, Rabu (26/10/2022). Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Paal tersebut dibuka oleh Camat Nanga Pinoh, Halma Trisno.
Kepala Desa Paal, Sukarman dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada tim BPOM yang sudah datang untuk memberikan Bimtek di desanya. Semoga ilmu yang diberikan nantinya bisa diserap secara baik oleh para peserta dan puluhan kader Komunitas Desa Paal yang mengikuti.
“Nah, untuk para peserta, tolong didengarkan dengan baik, jangan asik ngobrol sendiri. Sehingga apa yang disampaikan bisa diserap dan bisa diaplikasikan, paling tidak di lingkungan keluarga masing-masing,” imbuh Sukarman.
Sementara Perwakilan tim BPOM, Evi Prasetyoningtiyas menyampaikan tujuan Bimtek ini bagian dari pembinaan terpadu desa pangan aman. Menciptakan kemandirian untuk komunitas.
“Jadi intinya kita mengkhususkan pemberdayakan masyarakat melalui komunitas desa,” jelasnya.
Pembinaan yang dilaksanakan di bidang pangan tersebut berupaya agar masyarakat bisa memilih pangan yang aman.
“Kegiatan Bimtek diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan pangan dan menjadi cikal bakal terwujudnya Desa Pangan Aman secara mandiri dan menyeluruh,” ungkapnya.

Pada kesempatan sama, Camat Nanga Pinoh, Halma Trisno sebelum membuka kegiatan menyampaikan dengan adanya komunitas ini, paling tidak di lingkungan keluarga bisa paham tentang ilmu terkait bahan apa saja yang tidak boleh digunakan.
“Sesungguhnya masalah kesehatan itu, tidaklah serta merta pada saat kejadian, tentu ada proses yang sebelumnya terjadi. Yang paling banyak dari faktor makanan. Kesehatan itu 90 persen dari apa yang kita makan serta pola hidup. Jadi terbentuknya komunitas ini diharapkan bisa merubah pola pikir dan pola hidup yang sehat,” terangnya.
Lebih lanjut, Halma Trisno mengatakan, asupan yang dimakan, itulah yang membuat kondisi kesehatan saat ini dan mendatang.

“Jadi ini yang penting untuk dipahami. Jjadi gunakanlah waktu yang masih ada ini untuk menjaga pola makan dan pola hidup,” ucapnya.
Terkait kesehatan, ini juga menentukan SDM generasi bangsa. “Sehingga tugas ibu dan bapak yang ada dalam komunitas ini, bertanggungjawab menyampaikan kepada masyarakat terkait makanan apa saja yang boleh dan tidak digunakan untuk makanan,” pungkas Halma Trisno. (ira)





Discussion about this post