
JURNALIS.co.id – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan peringati Hari Pahlawan harus berupaya memperkuat masa depan Indonesia dengan memerangi kemiskinan dan kebodohan.
Hal tersebut, lanjut Muda, tentu beda konteks dan dimensi kepahlawanan yang harus muncul pada siapapun anak di segala penjuru negeri ini. Termasuk dari manapun dia berasal, suku, agama, bahasa, semuanya harus berupaya.
“Kita mulailah dari anak-anak didik, kita latih, kita berikan contoh menjadi contoh bagian anak dari hal sederhana, mulai dari mengajak gotong royong, mengajak melakukan sesuatu yang baik di sekitar kita,” kata Muda usai menjadi instruktur upacara peringatan Hari Pahlawan, Jumat (10/112023) di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.
Dia menambahkan, yang paling krusial juga sekarang ini adalah mereka harus perkuat literasi dan sumber daya manusianya. Maka siapapun, peran apapun, baik itu sebagai pendidik, kesehatan sebagai TNI/Polri, sebagai PNS semuanya, harus punya tanggung jawab.
“Dari rasa tanggung jawab itulah, memanggil nurani kita untuk berbuat sesuatu, tapi tidak perlu kita menuntut untuk apa-apa, justru malah kita yang harus tidak ada pembiaran,” ujarnya.
Intinya, lanjut Muda, jangan membiarkan ada yang tidak berdaya di sekitar, seperti membiarkan kemiskinan dan kebodohan. Sebenarnya semua yang diberikan peran dan posisi yang berpengaruh terhadap kebijakan, berpengaruh terhadap semua hal-hal yang pada masyarakat.
“Kita yang seharusnya diberi kewenangan, kita diberikan untuk upaya bagaimana membuat supaya semua bisa berdaya dengan apa yang diberikan, tapi ternyata tidak kita manfaatkan, bahkan dibiarkan sesuatu itu menjadi kategori kemiskinan, sehingga membuat peluang-peluang menjadi hilang,” ucapnya.

Dengan kesempatan ini, Muda menegaskan, peluang rakyat yang seharusnya dimilikinya menjadi hilang, sehingga masuk kategori kemiskinan, kebodohan, tidak memberikan informasi, tidak memperkuat literasi, tidak memberikan penguatan sumber daya manusia.

“Itulah juga contoh-contoh justru yang harus kita kurangi, supaya semuanya berpikir positif, berpikir membangun energi yang baik,” tegasnya.
Dia menambahkan, energi bangsa ini yang dulunya diberikan, termasuk pesan-pesan perjuangan, pesan-pesan kemerdekaan, pesan-pesan toleransi, pesan solidaritas, pesan kepedulian pesan kemanusiaan, pesan kebahagiaan dan keberagaman harus diperkuat, karena saat banyak bencana mulai dari karhutla, longsor dan lain sebagainya karena perubahan iklim.
“Kita harus jadi pahlawan, kita menjaga mulai dari hal kecil sampai mulai dari ikut berkontribusi menanam dan berbuat baik untuk menjaga lingkungan, untuk membuat oksigen. jadi kita harus memberikan ini persepsi yang baik pada anak-anak, supaya tahu bahwa apa yang dibuat itu adalah memberikan kehidupan,” terangnya.
Makanya, Bupati Muda selalu mengatakan jangan mendidik anak menjadi bunga atau daun yang cantik. Sementara hanya cantik di permukaan, tapi mudah ditiup angin, mudah layu, mudah terombang-ambing, mudah berubah dan tidak kokoh karakternya.
“Tapi kita harus memperkuat semuanya, jadikan mereka akar-akar, biarpun tidak kelihatan, tidak harus memberitahu orang apa yang dibuat kemudian dia letaknya di bawah dan mungkin tidak secantik bunga, tapi dialah yang menghidupi dan selalu menebar kebahagiaan dimanapun,” pungkas Muda. (sym)





Discussion about this post