
JURNALIS.co.id – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) punya peran penting di dalam berbagai pencapaian yang telah diraih oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Demikian disampaikan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat membuka Kegiatan Peningkatan Peran Kelembagaan BKMT di Dalam Perlindungan Perempuan Menuju Generasi Bahagia, Rabu (17/01/2024) di Aula Gedung Diklat Kepung Bakul Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya.
Menurut Muda, hal itu dikarenakan majelis-majelis taklim berada di seluruh penjuru desa dengan rata-rata anggota yang berasal dari beragam latar belakang profesi dan keahlian.
“Jadi BKMT ini kan sangat signifikan karena mereka ada di seluruh penjuru kampung dan rata-rata juga merangkap. Ada yang jadi kader posyandu, guru PAUD, petugas RT, hingga anggota BPD. Jadi mereka itu sangat penting perannya,” katanya.
Muda berharap dengan adanya penguatan kelembagaan BKMT, maka berbagai capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menuturkan sejumlah capaian itu antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tertinggi kedua dari seluruh kabupaten di Kalimantan Barat, pertumbuhan ekonomi tertinggi, tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem terendah, dan stunting yang turun drastis hingga di angka 6,8 persen.
“Jadi inilah makanya kita menjaga dan merawat supaya apa yang sudah betul juga akan diperkuat oleh BKMT,” ujarnya.
Muda menilai pertemuan dalam rangka peningkatan peran kelembagaan BKMT sangat penting untuk dilakukan. Selain untuk konsolidasi, pertemuan juga untuk penguatan sinergi BKMT dengan seluruh perangkat daerah.

“Karena seluruh perangkat daerah kan ada programnya yang terkait dengan perlindungan perempuan. Juga program-program lainnya yang menyangkut kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi rumah tangga,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kubu Raya, Dyah Tut Wuri Handayani berharap bahwa BKMT sebagai salah satu kelompok perempuan yang mempunyai visi dan misi untuk generasi selamat dapat membatu mengedukasi masyarakat terkait dengan program-program pemerintah dan kebijakan pemerintah daerah.
“Termasuk juga dapat mengedukasi masyarakat terkait dengan pola asuh seribu hari pertama kehidupan di dalam rangka upaya meniadakan kasus stunting atau zero stunting,” ucapnya.
Dyah mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berhasil menurunkan prevalensi stunting berkat sinergi “kepung bakul” khas Kubu Raya.
“Termasuk di antaranya adalah peran dari Gerakan Emak-Emak Menanjak yang memang memperhatikan tentang seribu hari pertama kehidupan di dalam pengasuhan bayi dan anak bawah dua tahun,” terangnya. (sym)





Discussion about this post