JURNALIS.CO.ID – Bupati Sambas Haji Satono memimpin rombongan Safari Ramadan di Masjid Al-Muhajirin, Dusun Mentibar, Desa Gapura, Kecamatan Sambas, Kamis, (22/3/2024).
Di kesempatan itu, Bupati Sambas menyampaikan, untuk membangun Kabupaten Sambas supaya terus maju, pemerintah dan masyarakat harus bersatu padu bersinergi mewujudkan visi misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas.
“Kita harus kompak dan solid. Bantu Kades dan Camat untuk membangun kampung kita agar terus maju. Saya kepingin, beberapa tahun yang akan datang ada orang Gapura yang menjadi orang hebat,” ucap Satono.

Ia melanjutkan, untuk menjadi orang hebat tentu harus sekolah. Oleh sebab itu, Satono mengajak Masyarakat untuk memastikan anak cucu generasi yang akan datang tidak ada yang putus sekolah. Apalagi jika alasannya karena terhambat oleh biaya.
“Pastikan anak cucu ibu bisa sekolah. Tapi jangan sampai berhenti sekolah. Sekarang masuk sekolah, mulai dari SD hingga SMA itu gratis,” gugahnya.
Jika tidak ingin bersekolah di sekolah negeri, Satono menawarkan kepada masyarakat setempat untuk menyekolahkan anak cucu mereka di pesantren yang dimilikinya. Ia pun menyarankan untuk melapor jika anak-anak ada yang ingin masuk pesantren.

“Di Sambas itu ada pesantren yang namanya Sulthoniyah. Perempuan maupun laki-laki bisa sekolah di sana. Bagi yang tidak mampu untuk masuk pesantren, saya menanggungnya. Tetapi bagi yang mampu, tidak boleh pelit dengan rejeki untuk memintarkan anak cucu kita,” kata Satono.
Ia mengatakan, bahwa orang tua yang menyekolahkan anaknya itu, salah satu dari bentuk fisabilillah. Apa yang telah diupayakan dan dikeluarkan untuk menyekolahkan anak cucu, tidak membuat seseorang menjadi miskin.
“Saya Bupati Sambas beserta Sekda dan jajaran bisa membantu. Tetapi tidak bisa sepenuhnya, harus ada partisipasi dan gotong-royong dari kita semuanya,” ujar Satono.
Jika tidak bisa membantu dengan harta, bantulah dengan tenaga. Jika tidak ada harta dan tenaga, bantulah dengan doa yang terbaik.
“Jangan sampai kita bangun masjid yang besar itu mubazir. Karena tidak dimakmurkan. Jika berani membangun masjid yang besar, ramaikan masjid tersebut setiap hari. Bawa anak cucu kita untuk belajar baca al-Quran di masjid,” demikian Satono. (imb)





Discussion about this post