
JURNALIS.co.id – Disnaker Kabupaten Jember menjawab kebutuhan industri, soal minimnya tenaga kerja profesional. Menggandeng Himpunan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta Seluruh Indonesia (HILLSI) Jember dan CV Ardian Jaya Abadi, Disnaker Jember mengadakan pelatihan sekaligus magang operator forklift.
Kepala Disnaker Jember, Suprihandoko, membuka secara resmi kegiatan yang didanai APBD Tahun Anggaran 2024 itu pada Jumat 19 April 2024 di kantor garasi CV Ardian Jaya Abadi, di Jalan Letjen Sutoyo Nomor 88 Jember.
Sejak menjabat Kadisnaker Kabupaten Jember, Suprihandoko sering menerima keluhan dari para investor yang akan membuka bisnis di Jember. Salah satunya, minimnya tenaga operator forklift.
Keberadaan operator forklift berguna untuk mempermudah, menghemat waktu dan biaya dalam memindahkan barang. Perusahaan yang sudah existing di Jember kadang harus menyewa ke pihak ketiga. Baik mesin dan operator forkliftnya.
Menjawab kebutuhan tenaga operator profesional forklift tersebut, Suprihandoko segera berkolaborasi dengan stakeholder terkait, Himpunan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta Seluruh Indonesia (HILLSI) Jember dan Penyelia Forklift Jember yaitu CV Ardian Jaya Abadi.
“Saya menjawab tantangan dari para investor yang ada di Kabupaten Jember, ternyata yang dikeluhkan adalah ketersediaan sumber daya manusia yang profesional,” ucap Suprihandoko kepada Jurnalis.co.id, Jumat, (19/4/2024).
Seperti diketahui, Kabupaten Jember berada di tengah wilayah Tapal Kuda, yang strategis dan sering dilirik para investor. Sayangnya, tenaga kerja yang profesional masih sedikit.
“Kami tahun ini memulai dari nol skill menjadi calon-calon operator forklift yang profesional. Bahkan kita siapkan sampai kepada SIO-nya (Surat Izin Operasional),” lugas Supri, sapaan akrab Kadisnaker Jember itu.
Supri melanjutkan, tidak hanya operator forklift saja, tetapi tenaga kerja bidang lain juga akan disiapkan oleh Disnaker.
“Kita menjalin hubungan industrial yang harmonis di Jember, yang dibutuhkan apa? Silahkan berkirim surat dan kita akan carikan sumber-sumber dana untuk pembiayaan dalam mempersiapkan tenaga-tenaga kompeten,” ujarnya.
Sumber dana yang dimaksud oleh Suprihandoko ,yaitu berdasarkan pada PMK (Peraturan Menteri Keuangan) Nomor 128 Tahun 2023 tentang Mitra Utama Kepabeanan.

Dalam waktu dekat, Supri akan membentuk FGD (Forum Discussion Group) dengan Disnaker Provinsi Jawa Timur, Bakorwil, dan Kantor Pajak (KPP Pratama).
Khusus untuk kebutuhan tenaga operator forklift di Jember, diakui Supri, masih cukup besar. Sebab modernisasi industri sudah tidak tersentuh dengan tangan.
Sementara itu, Kepala HRD (Human Resources Development) PT Wijaya Cahaya Timber. Tbk, Eko Sudarmawan mengapresiasi upaya Disnaker Jember.
Sejak membuka pabrik di Kabupaten Jember dua tahun lalu, perusahaan yang bergerak di bidang playwood itu, baru kali ini kebijakan Disnaker dirasakan berpihak ke PT WCT.

Pihaknya memang berkirim surat ke Disnaker Jember agar dibantu disediakan tenaga operator forklift.
“Ini kinerja nyata yang kami rasakan dari Disnaker Jember. Saya berpesan kepada peserta, teruslah belajar. Saya memang yang memesan ini kepada Disnaker. Terimakasih pak Kadis,” ucap Eko tatkala seremoni kegaiatan.
PT WCT bersedia menjadi tempat magang bagi 10 peserta pelatihan selama 3 bulan, dengan biaya dari Pemkab Jember. Setelah itu mereka akan direkrut menjadi karyawan.
Sedangkan Ketua HILLSI, Irfan yang juga pegawai dari PT IMAS Group (Insan Mulia Abadi Sentosa) menyampaikan, harapannya agar seluruh peserta dapat lulus dan terserap dalam industri.
Pelatihan akan berlangsung selama sepekan. Dari 10 peserta, ada 2 yang sudah bisa nyetir mobil. Sedangkan 8 sama sekali tidak pernah. Mereka diajari menyetir dedet (mobil modifikasi) sebagai pelajaran awal. (Sgt)





Discussion about this post