
JURNALIS.CO.ID – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Ketapang, Absalon menghadiri rapat koordinasi guna mengantisipasi dan memberikan masukan terkait kemungkinan adanya politik identitas saat dilaksanakannya pilkada 2024 di Kabupaten Ketapang, di Sekretariat FKUB, Kamis (11/07/2024).
Absalon dalam kesempatan tersebut, berharap, pilkada di Kabupaten Ketapang kali ini berjalan baik dan lancar.
Menurut Absalon, Pemerintah Kabupaten Ketapang terus melakukan pembinaan terhadap keagamaan, seperti misalnya membantu pembangunan rumah-rumah ibadah.
“Pada dasarnya enam agama yang ada di Kabupaten Ketapang ini kita fasilitasi lewat bagian kesra Setda Ketapang,” kata Absalon.
Dia menilai, bahwa agama yang menjadi sumber polemik, berarti berdasarkan pribadi masing-masing. Hal tersebut jangan sampai terjadi.


“Saya mewakili pemerintah meminta agar disampaikan kepada masyarakat bahwa pilkada ini bukan hanya milik satu agama saja, tetapi semua agama yang diakui di Indonesia,” ujarnya.
Oleh karena itu, memilih pemimpin itu bukan berarti memilih agama. Namun memilih pemimpin yaitu memilih orang-orang yang berhak memimpin Kabupaten Ketapang.
Ketua FKUB Ketapang, Heronimus Tanam menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini agar pilkada yang akan dilaksanakan di Kabupaten Ketapang dapat berjalan aman, damai, sejuk dan beradab.
“Atensi ini tupoksi kami FKUB, bagaimana agar FKUB bisa berdialog dengan para tokoh agama, dan ini bukan yang pertama kali kita adakan,” timpalnya. (lim)





Discussion about this post