
JURNALIS.CO.ID – Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto memberikan apresiasi terhadap lomba video promosi wisata Kubu Raya yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kubu Raya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mengangkat potensi wisata daerah melalui media digital.
Sebelumnya, peserta lomba telah mengikuti pelatihan pembuatan video promosi wisata yang dilaksanakan di Ekowisata Amal Zone, Kecamatan Sungai Kakap.

“Promosi wisata dan kegiatan wisata adalah dua hal yang saling mendukung. Di era digital, promosi wisata bisa dilakukan secara praktis dan cepat melalui media sosial. Karena itu, kami mencari potensi anak-anak muda di Kubu Raya untuk menjadi agen perubahan pariwisata,” kata Sukiryanto saat menghadiri Malam Apresiasi Penganugerahan Lomba Video Promosi Wisata Kubu Raya Tahun 2025 di Ballroom Kencana Hotel Alimoer, Sungai Raya, Kamis (31/7/2025) malam.
Sukiryanto berharap para peserta lomba yang berasal dari perwakilan desa wisata, saka pramuka, dan kelompok sadar wisata dapat menjadi ujung tombak promosi wisata di wilayah masing-masing.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa agar menjadi agenda tahunan.
“Kita ingin muncul agen-agen perubahan dari kalangan muda di semua aspek pembangunan, bukan hanya pariwisata. Semua demi mewujudkan Kubu Raya Melaju,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keterlibatan pemuda, Sukiryanto memperkenalkan program inovatif GITA NADA (Giat Wisata Anak Muda). Program ini mengajak generasi muda menjadi penggerak utama promosi wisata daerah.
“Satu anak muda yang berwisata diharapkan bisa menyebarkan semangat itu ke keluarga dan masyarakat luas. Dengan penguasaan teknologi digital, mereka akan jadi ujung tombak wisata Kubu Raya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, menegaskan bahwa Kubu Raya memiliki potensi pariwisata yang besar.
Letaknya yang strategis sebagai gerbang Kalimantan Barat dengan Bandara Internasional Supadio, Terminal ALBN Sungai Ambawang, dan akses laut yang kuat, serta keberagamannya sebagai hinterland Kota Pontianak, menjadi modal penting pengembangan wisata.
“Namun, promosi yang efektif menjadi kunci utama. Di dunia digital saat ini, video pendek yang disebarkan lewat media sosial menjadi cara paling efektif memperkenalkan wisata. Karena itu, kami menggelar lomba video ini sebagai bentuk pemantik semangat masyarakat dalam mempromosikan pariwisata,” jelasnya.
Rini menjelaskan, lomba terbagi dalam tiga kategori, yakni video desa wisata, video destinasi wisata, dan vlog wisata. Sebanyak 46 video terkumpul, terdiri dari 12 video desa wisata, 18 video destinasi wisata, dan 16 vlog wisata.
“Besarnya animo peserta menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap promosi wisata sangat tinggi. Karena itu, malam ini kami hadirkan apresiasi berupa piala dan uang pembinaan untuk para peserta terpilih,” ungkapnya.
Ia menambahkan pentingnya memberi ruang dan penghargaan kepada karya kreatif masyarakat.
“Tapi kami percaya bahwa apresiasi adalah langkah penting untuk terus mendorong tumbuhnya karya kreatif masyarakat,” tutupnya. [Sul]




















Discussion about this post