
JURNALIS.co.id – Bank Kalbar menunjukkan komitmennya untuk mendampingi Aparatur Sipil Negara (ASN) bahkan setelah memasuki masa purnatugas.
Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Mikro (KUM), KUM Peduli, hingga cicilan emas, Bank Kalbar ingin memastikan para pensiunan tetap produktif dan memiliki jaminan finansial di masa depan.
Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, dalam kegiatan pembekalan ini digelar di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya keberadaan Bank Kalbar bukan hanya untuk ASN yang masih aktif, tetapi juga bagi mereka yang sudah pensiun.
“Keberadaan kami bukan cuma berhenti sampai beliau hanya di posisi aktif sebagai ASN, tapi juga setelah purna tugas pun kami akan ikuti dan kami akan bantu. Karena banyak skema-skema kredit yang murah untuk usaha-usaha para ASN yang sudah purna tugas ini,” ujar Rokidi.
Rokidi menegaskan, ASN yang akan pensiun tak perlu khawatir soal tabungan atau keuangan di masa tua.
“Ada KUR, kemudian ada KUM juga, KUM Peduli yang relatif mereka tidak dibebani dengan agunan. Jadi bisa diberikan kepada beliau-beliau itu. Kan sekarang ada KUR sampai 100 juta kan boleh tanpa agunan,” ungkapnya.
Menurutnya, ASN memiliki potensi besar menjadi wirausahawan setelah pensiun karena telah terbiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat.
“Saya yakin kalau beliau (PNS) juga sudah terbiasa dalam berinteraksi kepada masyarakat untuk mungkin mensosialisasi kaitan dengan usaha, saya yakin beliau-beliau ini akan bisa dan mampu untuk menjadi wirausaha di tengah kondisi pasca aktif sebagai ASN,” jelasnya.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan pesan penuh makna kepada 147 PNS yang akan purnatugas pada periode Januari–Juni 2026.

“Saya percaya jiwa pengabdian PNS yang purnatugas tidak akan pernah sirna meskipun masa jabatan telah berakhir. Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki adalah aset berharga bagi lingkungan, masyarakat, bahkan bagi generasi muda penerus di Kubu Raya,” ujar Sujiwo.
Menurut Sujiwo, pembekalan purnatugas bukan sekadar seremoni, tetapi momen penghormatan, penghargaan, dan refleksi atas pengabdian panjang PNS.
“Ini adalah wujud komitmen kami untuk terus menjaga silaturahmi dan menguatkan nilai-nilai kebersamaan, meskipun bapak dan ibu akan segera memasuki fase baru dalam kehidupan,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masa pensiun adalah saat untuk menata kembali tujuan hidup, menjalin hubungan keluarga lebih erat, dan mengembangkan potensi yang belum sempat tergali.
“Masa purnatugas bukan masa berdiam diri, tetapi masa untuk menata kembali tujuan hidup, menjalin lebih erat hubungan keluarga, serta mengembangkan potensi yang selama ini belum sempat digali,” tuturnya.
Bupati menambahkan, pensiunan ASN tetap menjadi panutan bagi yang masih aktif.
“Justru di masa inilah menjadi sumber teladan yang berharga. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus berupaya memberikan perhatian kepada para pensiunan. Kami menyadari bahwa sistem birokrasi yang baik adalah sistem yang menghargai masa lalu dan mempersiapkan masa depan. Maka dari itu, kebijakan pembinaan ASN tidak hanya terfokus pada masa aktif, tetapi juga pada fase transisi menuju pensiun,” jelasnya.
Kepala BKPSDM Kubu Raya, Anusapati, menjelaskan bahwa 147 PNS yang akan purnatugas terdiri dari 26 tenaga teknis di perangkat daerah, 7 tenaga kesehatan, dan 114 tenaga pendidik (guru).
Dengan dukungan program Bank Kalbar dan mitra lainnya, para ASN diharapkan dapat memanfaatkan masa pensiun sebagai peluang untuk terus berkarya, baik melalui usaha mandiri maupun kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.(Den).



















Discussion about this post