
JURNALIS.co.id – Bupati Kayong Utara Romi Wijaya turun langsung meninjau kondisi ruas jalan Desa Mas Bangun dan jembatan di Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang, yang mengalami kerusakan parah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Romi memastikan perbaikan sementara segera dilakukan dengan melibatkan masyarakat melalui pola swakelola.
“Menjawab kebutuhan masyarakat, jadi hari ini saya bersama juga dinas PUPR, coba dihitung kira-kira berapa, yang memungkinkan fungsional lah walaupun tidak ada aspal, tapi bukan tanah kuning juga, nanti kena hujan malah bahaya lagi,” ungkap Bupati Romi, Senin (1/9/2025).

Ia menegaskan perbaikan segera dieksekusi.
“Dan mudah-mudahan besok sudah bisa dieksekusi, kepada dinas PUPR cepat matangkan perencanaannya, biayanya dan saya pikir tadi sudah diskusi sekitar 200 juta lah, nanti penimbunan pakai alat, nanti juga yang kerja libatkan masyarakat karena ini swakelola, yang bertanggung jawab dinas, dan ini mudah-mudahan bisa menjawab kebutuhan kita tahun ini,” tambahnya.
Bupati Romi juga menyoroti tonase berlebih kendaraan pengangkut sawit yang memperparah kerusakan jalan.
“Saya berharap, kita bermusyawarah, bermufakat terkait dump truck yang lewat, terus terang sebenarnya kondisi ini dilema, di satu sisi terkait aturan karena badan jalan kita ini tidak mungkin mampu dilewati lebih dari 8 ton, kita bangun 2-3 miliar pun, baru setahun atau dua bulan pasti hancur dan itu jadi masalah,” tegasnya.
Menurutnya, solusi terbaik harus ditempuh dengan duduk bersama semua pihak.
“Namun di sisi lain kita juga harus mempertimbangkan ekonomi masyarakat kita, sebagian besar bergantung pada sawit. Saya minta nanti pak Camat, pak Kades nanti dibantu unsur dinas PU secara teknis, dinas Perhubungan secara regulasinya, bagaimana kita bertanggung jawab bersama menjaga jalan ini. Jadi usah kita marah-marah, kita berunding bersama, kita berunding bagus-bagus, duduk bersama, itu yang penting,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan Pemkab Kayong Utara terus memperjuangkan peningkatan jalan tersebut melalui berbagai skema pembiayaan, baik lewat Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit maupun usulan program Inpres jalan daerah.
“Dan Insya Allah tahun depan, kita perjuangkan lagi jika tidak dapat Inpres, kita perjuangkan dana alokasi DBH sawit, info-infonya itu ada sekitar 4 miliar, mudah-mudahan ini kita kawal bersama. Kalau DBH sawit ini kita bisa negosiasi lebih lanjut kepada pemerintah pusat. Semua jalur kita perjuangkan, mudah-mudahan ada rezeki kita, ada rezeki masyarakat kita, dan jalan kita bagus,” pungkas Bupati Romi.[BAK]





















Discussion about this post