
JURNALIS.CO.ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo menyoroti maraknya angkutan sawit dengan tonase berlebih yang dinilai mempercepat kerusakan jalan.
Hal itu disampaikannya dalam pertemuan bersama para kepala desa se-Kecamatan Kuala Mandor B dan Sungai Ambawang di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (2/9/2025).
Pertemuan turut dihadiri jajaran Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Pekerjaan Umum.
“Kita mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap daya tahan infrastruktur jalan,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, sejumlah kendaraan angkutan sawit bahkan mengangkut beban hingga 12 ton, sementara jalan yang dibangun pemerintah hanya berstandar menengah.

“Kalau kualitas jalan menengah dihajar dengan angkutan berat, pasti cepat hancur,” tegasnya.
Sujiwo menekankan, pemerintah tidak bermaksud melarang aktivitas pengangkutan, tetapi perlu ada pembatasan tonase yang wajar.
Ia mencontohkan, muatan 5–6 ton sebaiknya menggunakan kendaraan pikap dengan sistem langsir.
“Prinsip ekonomi itu wajar: biaya semurah-murahnya untuk keuntungan sebesar-besarnya. Tapi tolonglah dalam hal ini ada toleransi,” ucapnya.[sul]




















Discussion about this post