
JURNALIS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mempercepat pencapaian program jaminan sosial ketenagakerjaan atau Universal Coverage Jamsostek (UCJ).
Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, menegaskan manfaat jaminan sosial sangat penting, terutama bagi masyarakat usia produktif.
Menurutnya, pemerintah daerah berkewajiban memberikan perlindungan sosial kepada seluruh pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, sesuai dengan instruksi presiden tentang optimalisasi program tersebut.
“Manfaat jaminan sosial ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi keluarga dengan anggota di usia produktif. Sebagai pemerintah, kita wajib merealisasikan perlindungan ini,” tegas Yusran Anizam saat membuka Rapat Monitoring Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Hotel Alimoer, Sungai Raya, Selasa (16/9/2025).
Yusran mengingatkan, pada 2024 Kubu Raya sempat meraih penghargaan pemerintah pusat atas komitmennya meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Namun, capaian kepesertaan tahun ini dinilainya masih perlu ditingkatkan. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran bergerak cepat di sisa tiga bulan terakhir untuk mengejar target UCJ sebesar 59 persen pada akhir 2025.
“Sesuai visi Pak Bupati dengan semangat ‘melajunya’, mari kita realisasikan target UCJ tadi di sisa waktu tiga bulan ini,” ajaknya.
Untuk mewujudkan hal itu, Yusran menginstruksikan seluruh perangkat daerah segera melakukan konsolidasi. Salah satu langkah utama adalah mendata sekitar 400 perusahaan skala menengah dan besar yang beroperasi di Kubu Raya.
“Saya minta data kepesertaan jaminan sosial di perusahaan-perusahaan tersebut dikumpulkan bulan ini sehingga pada awal Oktober data tersebut bisa dilaporkan kepada bupati untuk kemudian dirumuskan langkah mitigasinya seperti apa,” jelasnya.
Selain menyasar perusahaan, ia juga menekankan pentingnya peran perangkat daerah sebagai pembina teknis bagi pelaku UMKM. Setiap dinas diminta bertanggung jawab terhadap UMKM sesuai sektor masing-masing, mulai dari pembinaan usaha hingga pemasaran, agar bisnis mereka tetap bertahan.
“UMKM sektor pertanian, dinas pertanian yang tanggung jawab. UMKM sektor konstruksi, dinas PUPR yang bertanggung jawab pembinaannya, dan seterusnya. Jangan sampai UMKM ini mati. Apalagi bagi yang sudah mendapat KUR, bina mereka, jangan sampai pembayarannya macet,” ucap Yusran.
Dengan kebersamaan dan sinergi antarsektor, Yusran optimistis target UCJ bisa tercapai.
“Masih ada waktu dan harapan. Saya yakin dengan kompetensi kita di masing-masing sektor, kita bisa memperbaiki ini semua,” tutupnya.[sul]






















Discussion about this post