
JURNALIS.CO.ID – MEMPAWAH – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, hingga September 2025 tercatat sebanyak 85 pasien telah menjalani perawatan baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rubini Mempawah.
Lonjakan kasus DBD mulai terlihat sejak pertengahan tahun. Pada Juli 2025, tercatat 12 pasien dirawat akibat terinfeksi virus dengue di Kabupaten Mempawah. Sementara itu, pada September 2025, jumlah pasien melonjak menjadi 27 hingga 30 orang pada akhir September, yang berobat maupun dirawat di Puskesmas dan RSUD dr Rubini Mempawah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD dr Rubini Mempawah, dr David Sianipar, menyampaikan bahwa meski jumlah kasus terus bertambah, belum ada laporan pasien DBD yang meninggal dunia di wilayah tersebut yang benar-benar disebabkan DBD.

“Ada satu pasien yang meninggal namun itu bukan seratus persen disebabkan oleh DBD. Namun ada sebab penyakit lain,” ungkap dr David, ditemui di ruang kerjanya Senin siang (29/9/2025).
Plt Kepala Dinas Kabuapetn Mempawah juga mengungkapkan, Dari Januari hingga September 2025, total kasus DBD yang tercatat mencapai 85 pasien. Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Mempawah Hilir, disusul oleh Kecamatan Anjongan, Sungai Pinyuh, dan beberapa kecamatan lainnya

Mengantisipasi peningkatan kasus yang lebih tinggi, Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah terus melakukan berbagai langkah pencegahan, salah satunya melalui sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, melalui kerja sama dengan Puskesmas setempat di tiap kecamatan. Selain itu, dr David juga mengimbau masyarakat untuk aktif memberantas sarang nyamuk dan melakukan langkah pencegahan sejak dini.
“Pencegahan utama DBD dimulai dari lingkungan rumah. Kami mengajak masyarakat untuk menerapkan 3M Plus, yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup wadah penyimpanan air, dan Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Tambahkan dengan langkah Plus, seperti memelihara ikan pemakan jentik atau menggunakan obat anti nyamuk,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengue. “Upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa partisipasi warga. Karena itu, kami berharap masyarakat tidak menunggu petugas datang, tetapi bisa lebih proaktif menjaga kebersihan lingkungan,” harapnya.
Dengan langkah pencegahan yang konsisten dan kerja sama seluruh pihak, David Sianipar menegaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah berupaya menekan tren peningkatan kasus DBD agar tidak menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di kemudian hari. (san)



















Discussion about this post