
JURNALIS.CO.ID – Sungai Kapuas bukan hanya bentang alam, tetapi juga wajah dan identitas Kota Pontianak. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan arah pembangunan kota periode 2025–2029 akan bertumpu pada konsep pembangunan hijau yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dulu transportasi utama adalah sungai dan parit. Rumah panggung, pelabuhan, dan perdagangan semua bermula dari tepi sungai. Kini waktunya kita menjadikan Sungai Kapuas sebagai wajah kota,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Edi mengingatkan, sejak 1970-an Pontianak masih didominasi genangan. Upaya penataan kawasan sungai menurutnya membutuhkan biaya besar, namun tetap harus menjadi prioritas.
“Fondasi saja lebih mahal daripada bangunannya,” jelasnya.
Ia menekankan, wajah Pontianak ke depan harus ramah lingkungan, tumbuh tanpa meninggalkan siapa pun, dan maju tanpa mengorbankan alam.
“Inilah cita-cita bersama dalam RPJMD 2025–2029,” tegasnya.
Sejumlah program sudah disiapkan, mulai dari revitalisasi tepian Kapuas sebagai ruang publik terbuka, pembangunan TPA Terpadu Batu Layang, hingga sistem sanitasi terpadu yang ditargetkan melayani 16.500 rumah tangga pada 2030.
Kualitas air Kapuas juga jadi perhatian serius.
“Kapuas adalah sumber utama air baku PDAM. Produksi air bersih di Pontianak lebih mahal dibanding daerah pegunungan di Jawa. Menjaga Kapuas berarti menjaga kehidupan,” kata Edi.
Selain infrastruktur ramah lingkungan, Pemkot juga menyiapkan quick wins untuk mendukung UMKM, pemerataan akses air bersih, pendidikan, kesehatan, hingga digitalisasi layanan publik.
“Kota ini bukan hanya dibangun pemerintah, tapi oleh semua. Pontianak adalah rumah sekaligus sahabat bagi kita semua. Bersahabat dengan alam, bersahabat dengan warganya, dan bersahabat dengan masa depan,” pungkasnya.[rdh]





















Discussion about this post