
JURNALIS.co.id – Tak hanya fokus pada penguatan ekonomi daerah, Bank Kalbar juga terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian warisan budaya lokal.
Hal ini dibuktikan dengan partisipasinya dalam Anugerah Kebudayaan 2025, yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Senin (27/10/2025).
Acara bergengsi tersebut dihadiri berbagai tokoh budaya, akademisi, serta perwakilan lembaga daerah, termasuk Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, yang hadir langsung sebagai wujud dukungan nyata lembaga terhadap upaya pelestarian budaya Kalimantan Barat.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yang berhasil mencatat 98 karya budaya sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia.
Capaian tersebut menegaskan bahwa identitas budaya Kalbar tidak hanya terjaga, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Sebagai lembaga keuangan daerah, Bank Kalbar memandang pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya sebagai dua hal yang dapat berjalan seiring.
Melalui keterlibatan dalam ajang ini, Bank Kalbar ingin menunjukkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat tak boleh lepas dari akar budaya yang menjadi identitas daerah.
Kehadiran Bank Kalbar di Anugerah Kebudayaan 2025 juga mencerminkan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang luas—bukan hanya dalam membuka akses layanan keuangan, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pun terus mendorong agar generasi muda mencintai dan melestarikan budaya sendiri di tengah gempuran budaya modern.
“Anak-anak sekarang lebih fokus pada HP, TikTok, Instagram. Kita sebagai orang tua harus terus menanamkan nilai budaya dan adat kepada mereka agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkap Ria Norsan, Gubernur Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan itu, Bank Kalbar juga menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis bagi pelaku seni, budayawan, dan komunitas lokal.
Dukungan diberikan melalui edukasi literasi keuangan, layanan transaksi digital bagi pelaku ekonomi kreatif, serta pembiayaan mikro disertai pendampingan usaha agar kegiatan seni dan budaya dapat berkembang berkelanjutan.
Melalui ajang ini, Bank Kalbar meneguhkan citranya sebagai “Banknya Masyarakat Kalimantan Barat”, lembaga keuangan yang tak sekadar memfasilitasi transaksi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga warisan budaya serta memberdayakan masyarakat lokal.
Dengan komitmen yang konsisten, Bank Kalbar terus menjadi mitra terpercaya masyarakat Kalbar untuk melangkah maju tanpa meninggalkan jati diri budaya yang telah diwariskan turun-temurun.[den]




















Discussion about this post