![Hasan Mantan Ketua LPTQ Kapuas Hulu saat menerima cenderamata dari Kepala Kementerian Agama Kapuas Hulu. [Taufik]](https://jurnalis.co.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251106-WA0050.jpg)
JURNALIS.co.id – Menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kapuas Hulu periode 2021–2025, tiga nama mulai menguat sebagai calon Ketua LPTQ yang baru.
Ketiga figur tersebut adalah mantan Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, mantan Kepala BKPSDM Kapuas Hulu Sarbani, dan Anggota DPRD Kapuas Hulu Masuhardi.
Mereka akan diusulkan kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Wakil Bupati, untuk ditunjuk sebagai Ketua LPTQ periode 2025–2030.
“Jadi kegiatan hari ini adalah pembubaran kepengurusan LPTQ yang lama. Makanya kami harus segera kepengurusan kami yang sudah berakhir kepada pemerintah daerah. Dan kami sudah melakukan rapat untuk menetapkan calon-calon Ketua LPTQ yang baru,” kata Hasan, Mantan Ketua LPTQ Kapuas Hulu usai mengikuti acara serah terima kepengurusan LPTQ masa bakti 2021–2025, Kamis (6/11).
Hasan berharap siapa pun yang terpilih nanti dapat menjaga semangat kebersamaan dan kekompakan yang telah terjalin selama ini.
“Karena kebersamaan dan kekompakan inilah yang membuat kita bisa maju ke depannya,” ucapnya.
Ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan selama masa kepemimpinannya, terutama terkait perlengkapan alat pertandingan saat pelaksanaan MTQ.
“Saya awalnya beranggapan masalah perlengkapan ini biasa saja, tapi setelah dalam pertandingan sangat mempengaruhi, contoh kategori fahmil quran dan syahril quran,” ujarnya.
Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kapuas Hulu atas dukungan selama masa kepemimpinannya.
“Fasilitas yang sudah diberikan selama ini kami ucapkan terima kasih. Kami juga terima kasih kepada DPRD Kapuas Hulu, Forkompinda dan lainnya yang sudah mendukung LPTQ selama ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kapuas Hulu, Iwan Setiawan, berharap Ketua LPTQ yang baru nantinya mampu meningkatkan prestasi dan menciptakan inovasi pembinaan qori-qoriah di berbagai tingkatan.
“Kemudian kita berharap kepada Ketua LPTQ yang baru nanti ada inovasi-inovasi baru yang dilakukan. Terutama inovasi dalam melakukan pembinaan qori dan qoriah dari tingkat bawah,” ujarnya.
Iwan menilai pembinaan tersebut penting dilakukan sejak dini melalui TPA, sekolah, hingga pesantren.
“Karena saat ini untuk pembacaan Alquran itu yang pandai Tilawah itu hanya orang-orang tua. Makanya diharapkan muncul generasi mudanya. Kemudian dapat menggali potensi dari putra dan putri daerah kita,” pungkasnya.
[Opik]



















Discussion about this post