
JURNALIS.CO.ID — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus PKK di semua tingkatan — dari kabupaten hingga desa.
Menurutnya, dengan kapasitas yang memadai, pengurus PKK akan lebih percaya diri dan bisa berperan lebih besar dalam percepatan pembangunan daerah.
Pernyataan ini disampaikan Sujiwo saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas Tim Penggerak PKK kabupaten hingga desa yang digelar di Wisata Alam Ndeso, Jalan Bintang Mas, Kecamatan Rasau Jaya, Senin (10/11/2025).
Kehadiran Sujiwo, kata dia, merupakan bukti komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam memberdayakan seluruh pengurus PKK di semua tingkatan.
Selain memberi ruang, pemerintah daerah juga berupaya memberikan dukungan penuh kepada organisasi perempuan dan organisasi kemasyarakatan lain yang membantu tugas pemerintahan.
“Saya terharu melihat ini, karena untuk pertama kalinya kegiatan besar semacam ini diinisiasi langsung oleh APPSI dan Komisi II DPR RI, dan dilaksanakan di kawasan inti IKN. Alhamdulillah pagi ini kita baru selesai jalan santai, kemudian dilanjutkan penanaman pohon di Titik Nol IKN. Semoga penanaman ini menjadi jejak hijau yang kita wariskan di IKN,” ujar Ria Norsan.
Sujiwo menegaskan bahwa kepercayaan diri pengurus PKK menjadi modal utama ketika mereka tampil di depan publik dan menjalankan program.
“Supaya seluruh pengurus PKK itu mempunyai kepercayaan diri. Karena percaya diri ini modal utama. Kenapa orang bisa percaya diri? karena orang tersebut menguasai persoalan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya penguasaan materi tentang program PKK dan program penunjang lainnya agar ketua PKK di desa atau kecamatan mampu menyampaikan program dengan mantap.
Selain integritas dan kompetensi, kapasitas menjadi pertimbangan saat menempatkan seseorang pada jabatan tertentu.
“Maka jabatan-jabatan di pemerintahan, bahkan di swasta sekalipun, kapasitas itu menjadi hal yang penting. Selain kompetensi, salah satunya adalah kapasitas. Saya misalnya, akan mengangkat seorang camat, tentunya salah satu pertimbangan adalah mempunyai kapasitas,” kata Sujiwo mencontohkan.
Lebih jauh, Sujiwo mengungkapkan niat pemerintah daerah untuk melibatkan berbagai organisasi masyarakat—mulai organisasi kewanitaan, keagamaan, kepemudaan, hingga mahasiswa—dalam upaya bersama menyelesaikan persoalan daerah.
Menurutnya, kolaborasi antarsatuan kerja dan organisasi diperlukan agar masalah bisa ditangani secara menyeluruh.
“Semakin banyak yang kita libatkan, maka akan lebih mudah kita untuk mengurai dan menyelesaikan persoalan itu. Ketika menyelesaikan persoalan secara utuh, maka harus terjadi kolaborasi,” ucapnya.
Sebagai langkah lanjutan, Sujiwo berencana menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala desa untuk mengecek komitmen mereka terhadap dukungan bagi PKK desa.
Ia memberi sinyal tegas bahwa desa yang kurang perhatian terhadap PKK akan mendapat konsekuensi dari pemerintah daerah di masa mendatang.
“Nanti saya juga akan melakukan rakor dengan teman-teman kepala desa. Saya ingin melihat juga komitmen teman-teman kepala desa terhadap perhatiannya, atensinya kepada PKK desa. Kalau yang pelit dengan PKK, saya juga akan pelit dengan desanya nanti,” tegasnya mengingatkan.
[Sul]


















Discussion about this post