
JURNALIS.co.id – Pengusaha muda Kalimantan Barat, Sudirman, yang juga menjabat sebagai Kompartemen Tetap Riset dan Ekonomi Kadin Indonesia Wilayah Kalimantan, menyatakan dukungannya terhadap Pahlawan Olahraga Nasional Daud “Cino” Yordan untuk maju sebagai Calon Ketua Umum KONI Kalimantan Barat periode 2025–2030.
Menurut Sudirman, sosok Daud Yordan bukan hanya dikenal sebagai atlet berprestasi, tetapi juga telah menjadi ikon olahraga tinju Indonesia yang mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah dunia.
“Saya bicara rasionalitas dan fakta di lapangan saja. Kalau bicara dunia olahraga, tentu yang paling paham kebutuhan olahraga itu siapa? Ya, olahragawan atau atlet itu sendiri,” ujar Sudirman, Kamis (13/11/2025).
Ia menuturkan pengalamannya saat bertemu dengan Daud Yordan yang rela menempuh perjalanan jauh ke Amerika Serikat bukan untuk berlibur, melainkan untuk bertarung membawa nama Indonesia di ring tinju dunia.
“Artinya, dedikasi, pengorbanan, dan kecintaan terhadap dunia olahraga sudah menyatu dalam jiwa dan raganya. Jadi sangat layak dan pantas jika beliau menahkodai KONI Kalbar ke depan,” tegas Sudirman.
Sebagai pelaku usaha, Sudirman menilai figur seperti Daud Yordan memiliki kapasitas untuk membangun kolaborasi antara dunia olahraga dan sektor swasta. Ia menekankan, kemajuan olahraga tidak bisa dicapai jika KONI berdiri sendiri.
“KONI harus berkolaborasi dengan semua stakeholder — baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun sektor swasta. Dalam hal ini, para pelaku usaha di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sudirman menilai Daud Yordan memiliki jaringan luas dan sumber daya yang mumpuni untuk memajukan olahraga di Kalimantan Barat. Ia juga menegaskan pentingnya profesionalisme dan tata kelola yang modern dalam tubuh KONI.
“Induk organisasi olahraga ini harus fokus pada peningkatan kualitas, prestasi, dan kesejahteraan atlet serta pelatih. KONI tidak boleh dijadikan alat politik atau kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.
Sudirman menutup dengan menyoroti bahwa olahraga kini telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri yang menuntut cara pandang baru dalam pengelolaannya.
“Ke depan, olahraga adalah ekosistem industri. Karena itu, cara pandang dan cara mengelola organisasinya juga harus berubah,” tutup Sudirman, yang juga menjabat sebagai Korwil Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) 2025–2030 Wilayah Kalimantan.
[Bak]



















Discussion about this post