
JURNALIS.co.id – Suasana penuh keakraban mewarnai kunjungan silaturahmi Bupati Ngada Kepulauan Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Raymundus Bena, ke Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Sabtu (15/11/2025).
Kehadiran tamu dari NTT tersebut disambut hangat oleh Bupati Ketapang, Alexander, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antardaerah.
Bagi masyarakat Ketapang, kehadiran Bupati Ngada membawa kebanggaan tersendiri, mengingat wilayah tersebut merupakan bagian dari komunitas besar Flobamora.
Pertemuan berlangsung santai dan bersahabat, mencerminkan kuatnya semangat persaudaraan yang terjalin lintas pulau.
Silaturahmi ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk bertukar gagasan dan memperluas peluang kerja sama.
“Kami bertukar pengalaman mengenai program unggulan dan strategi pembangunan yang dijalankan masing-masing daerah,” tutur Bupati Alex.
Usai pertemuan tersebut, rombongan menikmati jamuan makan siang bersama. Hidangan khas Ketapang tersaji sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan selamat datang bagi tamu kehormatan.
“Hidangan-hidangan lokal tersebut menjadi simbol keramahan serta kekayaan kuliner yang dimiliki masyarakat Ketapang,” katanya.
Kunjungan Bupati Ngada ke Ketapang juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Kongres ke-2 dan Pentas Seni Flobamora, sebuah pertemuan budaya yang mempertemukan berbagai komunitas dan menguatkan hubungan lintas daerah. Momentum ini menunjukkan bagaimana keberagaman dapat memperkaya dan mempererat persatuan.
Menurut Bupati Alex, Kabupaten Ketapang adalah rumah besar yang menaungi berbagai suku dan budaya. Di daerah ini, masyarakat hidup berdampingan dalam harmoni.
“Sebagai Bupati Ketapang, saya berkomitmen mengayomi dan melayani seluruh suku dan agama secara adil, menjaga harmoni, serta memastikan setiap warga mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama,” ungkap Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Flobamora tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga wujud penghargaan terhadap keberagaman dan identitas.
“Kegiatan ini sekaligus mengukuhkan bahwa Kabupaten Ketapang adalah ruang yang inklusif dan menghargai keberagaman,” pungkasnya.
(lim)



















Discussion about this post