
JURNALIS.CO.ID – Upaya Kota Pontianak memperkuat layanan pendidikan anak usia dini mendapat apresiasi langsung dari Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Erlina Ria Norsan. Dalam kunjungannya ke PAUD PKK Percontohan Kota Pontianak yang berlokasi di Komplek SD Pertiwi, Selasa (2/12/2025).
Erlina menilai Pontianak memiliki komitmen kuat dan inovasi yang layak menjadi rujukan daerah lain.
Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam peningkatan layanan PAUD.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bunda PAUD Provinsi Kalbar, yang menurutnya memberi dorongan besar bagi para pendidik dan pengelola PAUD.
“Kehadiran Bunda memberi semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan layanan PAUD yang berkualitas. Ini menjadi kehormatan dan motivasi besar bagi seluruh pendidik serta orang tua,” ujarnya.
Yanieta memaparkan bahwa saat ini Kota Pontianak memiliki 292 lembaga PAUD, mulai dari Kelompok Bermain, SPS, TK, PKBM, TPA hingga SKB. Berdasarkan Dapodik per April 2025, tercatat 633 pendidik PAUD, terdiri dari 599 pendidik PAUD mandiri dan 34 pendidik PAUD PKK.
Ia menegaskan bahwa Pengurus Bunda PAUD Kota Pontianak terus mendorong hadirnya layanan PAUD yang ramah anak, aman, inklusif, serta selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar dan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.
“PAUD PKK Percontohan ini menjadi salah satu model praktik baik yang terus dikembangkan,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, Yanieta menyoroti dua inovasi strategis yang kini dijalankan. Pertama, program Jelajahi, Masukkan, Tuntaskan (Jemput) PAUD, yang menyasar anak usia dini yang belum bersekolah melalui pendataan langsung oleh kader PKK, dasawisma, RT, dan RW.
“Anak usia PAUD yang belum sekolah diajak dan dimasukkan ke satuan PAUD terdekat, serta dipastikan mengikuti pembelajaran hingga siap masuk SD,” jelasnya.
Kedua, inovasi Bimbingan Intensif Tenaga Ajar Non Gelar (Bintang) PAUD, yang ditujukan bagi pendidik tanpa gelar sarjana linier.
Program ini memberikan pelatihan intensif untuk peningkatan kompetensi, dan sertifikatnya dapat diakui melalui skema RPL sebagai konversi SKS ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.
“Ini cara kami memuliakan guru PAUD dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” terangnya.
Menurut Yanieta, kualitas pendidikan anak usia dini bertumpu pada tiga elemen penting: guru yang berkualitas, keterlibatan orang tua, dan lingkungan belajar yang kaya stimulasi. Semua inovasi, katanya, diarahkan untuk memperkuat ketiga aspek tersebut.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Kalbar Erlina Ria Norsan memberikan apresiasi tinggi atas berbagai inovasi dan komitmen yang telah dijalankan Kota Pontianak.
Ia menilai program Jemput PAUD dan Bintang PAUD merupakan langkah strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya melihat Kota Pontianak sangat serius membangun fondasi pendidikan sejak usia dini. Program-program yang dijalankan bukan hanya relevan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ucapnya.
Erlina menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam mengembangkan PAUD.
“Anak-anak kita membutuhkan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan penuh stimulasi. Ini hanya bisa diwujudkan jika semua pihak bergerak bersama,” tutupnya.
(R)



















Discussion about this post