
JURNALIS.co.id – Meski tingkat elektrifikasi di Kabupaten Kapuas Hulu telah mencapai 90 persen, namun sejumlah desa masih belum teraliri listrik negara.
Hal tersebut disampaikan Kepala PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Putussibau, Dirga Permana Putra, saat ditemui di kantornya, Kamis (11/12).
“Banyak di Kecamatan Badau itu desa-desanya yang belum teraliri listrik negara. Begitu juga daerah yang berada di tepian sungai yang sulit terjangkau oleh jaringan itu juga belum berlistrik,” katanya.
Dirga tidak merinci jumlah desa yang belum teraliri listrik, namun memastikan sebagian besar sudah menikmati layanan, termasuk yang memanfaatkan energi alternatif.
“Meskipun ada juga desa yang listrik dari tenaga surya maupun Hydro,” ucapnya.
Ia menyebut beberapa wilayah masuk prioritas penyalaan listrik berikutnya, khususnya di Kecamatan Badau dan Semitau.
“Badau dan Semitau ini, untuk jalur sungai kita akan motong melalui perkebunan sawit itu aksesnya tidak terlalu jauh sehingga sistemnya akan terkoneksi dari sana,” ujarnya.
Kendala utama yang dihadapi PLN, lanjut Dirga, adalah akses jalan menuju desa-desa terpencil. Banyak permukiman berada di hilir sungai dan sulit dijangkau sehingga pembangunan jaringan tidak memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.
“Sehingga untuk memenuhi masyarakat tetap mendapatkan pasokan listrik, kami berinisiatif menambah PLTD kecil,” ucapnya.
Meski kondisi geografis menjadi tantangan, PLN tetap melakukan pendataan terhadap seluruh desa yang belum memiliki listrik.
“Tetapi kita tetap melakukan pendataan terhadap desa yang belum ada listrik dan kita upayakan bagaimana penyambungan listriknya,” ucapnya.
Dirga menambahkan, alternatif energi tetap disiapkan untuk daerah yang sulit dijangkau jaringan utama.
“Sambung Dirga, meskipun begitu akan ada alternatif energi untuk daerah seperti ini, baik itu menggunakan PLTMS maupun PLTMH.”
Ia optimistis kondisi kelistrikan Kapuas Hulu akan semakin baik setelah gardu induk baru rampung dibangun.
“Dan kalau nanti setelah selesai dibangunnya gardu induk, harapan kita penyebaran energinya lebih luas karena akan ada pembangkit listrik yang akan digeser, tentu ada kemungkinan pembangkit listrik yang lama itu digeser ke lokasi-lokasi tidak terjangkau,” pungkasnya.
[Opik]



















Discussion about this post