
Jurnalis.co.id – Malam pergantian tahun di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak, berlangsung dalam suasana berbeda. Tidak ada pesta kembang api atau euforia berlebihan. Sebaliknya, perayaan tahun baru diisi dengan doa bersama lintas agama sebagai wujud empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang tengah dilanda bencana.
Kegiatan yang dipusatkan di Pos Pantau Jalan Gajah Mada Pontianak ini melibatkan jajaran Polda Kalbar, pemerintah daerah, unsur TNI, Forkopimda, dan tokoh lintas agama. Doa digelar bersama secara serentak di 14 kabupaten/kota.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menyebut, konsep perayaan tahun baru kali ini memang diarahkan pada refleksi dan kepedulian.
“Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama. Ini bukan hanya untuk Polri, tetapi untuk semua elemen masyarakat. Kita ingin menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya usai menggelar doa bersama lintas agama di Pos Pantau Jalan Gajah Mada Pontianak, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, doa bersama tersebut dilaksanakan secara serentak di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video serta video conference bersama pimpinan Polri di Mabes Polri.
Kapolda juga menegaskan kesiapsiagaan aparat keamanan dalam mengantisipasi potensi gangguan selama malam pergantian tahun.
Pos pengamanan disiagakan di sejumlah titik strategis, sementara masyarakat diimbau segera melapor jika terjadi keadaan darurat.
“Kita semua harus siap menghadapi kemungkinan yang terjadi. Pos-pos pengamanan sudah tersebar, dan kami mengimbau masyarakat apabila terjadi sesuatu agar segera melapor kepada petugas,” katanya.
Pipit memastikan, tidak ada pesta kembang api pada perayaan tahun baru kali ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap korban bencana sekaligus menjaga keamanan.
Ia mengapresiasi kepatuhan masyarakat yang menyambut pergantian tahun dengan tertib dan penuh makna.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar yang telah bekerja sama dengan baik, bersama Forkopimda, TNI, dan Polri, sehingga malam pergantian tahun dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh makna,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan kondisi kota tetap aman dan kondusif. Cuaca yang cerah turut mendukung aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini Kota Pontianak kondusif. Cuaca cerah, tidak hujan, meskipun arus lalu lintas mulai padat, terutama di pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta di kawasan pusat hiburan, kafe, dan warung kopi,” ungkapnya.
Ia berharap malam tahun baru di Pontianak berlangsung aman tanpa insiden, terutama kecelakaan lalu lintas. Orang tua diminta ikut mengawasi anak-anak mereka.
Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak bersama Forkopimda dan FKUB turut menggelar doa lintas agama di kawasan Jalan Gajah Mada.
“Doa bersama lintas agama telah kita laksanakan bersama FKUB, pemerintah provinsi, dan Forkopimda. Sampai saat ini situasi aman dan tidak ada gangguan yang berarti. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga dan masyarakat mematuhi edaran yang telah disampaikan pemerintah,” katanya.
Edi menambahkan, doa tersebut menjadi refleksi sekaligus harapan bagi masyarakat Kalbar dan Indonesia memasuki tahun 2026.
Menjelang tahun baru, ia juga menyampaikan evaluasi atas program pembangunan tahun 2025. Meski ada sejumlah kegiatan yang sempat tertunda, pelaksanaan program secara umum berjalan baik.
“Sepanjang tahun 2025, pada dasarnya seluruh program berjalan. Meski ada beberapa keterlambatan, hal itu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan di tahun 2026 bisa lebih baik,” jelasnya.
Terkait potensi bencana, Edi mengingatkan warga untuk mewaspadai pasang air laut yang diprediksi terjadi awal hingga pertengahan Januari 2026.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas, agar tetap waspada. Kita berharap kondisi pasang ini tidak bersamaan dengan siklon, hujan lebat, maupun angin kencang,” pungkasnya.
[Rdh]




















Discussion about this post