
JURNALIS.co.id – Setelah sempat tertunda beberapa kali pasca penandatanganan perpanjangan kerja sama, penerbangan Maskapai Fly Jaya akhirnya kembali mengudara melayani rute Jakarta–Jember pulang-pergi.
Mulai hari ini, penerbangan tersebut resmi beroperasi setiap Selasa dan Kamis dari dan menuju Bandara Noto Hadinegoro, Jember.
Sebelumnya, meski perpanjangan kerja sama antara PT Surya Mataram Nusantara dengan Pemerintah Kabupaten Jember telah ditandatangani pada 31 Desember 2025, operasional penerbangan Fly Jaya tercatat mengalami penundaan hingga tiga kali.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, AMd.LLAJ., ST., M.Si, menjelaskan bahwa salah satu kendala utama tertundanya penerbangan adalah persoalan teknis terkait pengisian bahan bakar pesawat.
“Berkat bantuan dari mas Kawendra Lukistian, anggota Komisi 6 DPR RI dari partai Gerindra, akhirnya Pertamina Patra Niaga bisa melaksanakan refuelling di Bandara Noto Hadinegoro Jember,” ucap Gatot saat pers rilis di Bandara Noto Hadinegoro, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, sesuai regulasi Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 92 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Permenhub Nomor PM 77 Tahun 2015 tentang Standarisasi dan Sertifikasi Fasilitas Bandar Udara, setiap bandara wajib menyediakan peralatan dan utilitas bandara, termasuk Peralatan Pelayanan Darat Pesawat Udara (Ground Support Equipment/GSE).
Salah satu peralatan wajib tersebut adalah Refueling De-refueling Truck (RDT) untuk mendukung pengisian bahan bakar pesawat di sisi udara. Untuk memenuhi ketentuan itu, truk tangki berisi avtur didatangkan langsung dari pangkalan Pelabuhan Tanjung Wangi, Kabupaten Banyuwangi.
Selain kembali beroperasinya rute penerbangan, Gatot Triyono juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat terkait penurunan harga tiket.
“Harga tiket dari Jember 1 koma lima (juta) dan dari (Bandara) Halim 1 koma empat (juta),” ungkap Gatot Triyono, mantan Kepala Dinas Kominfo di era Bupati Faida.

Pada penerbangan perdana hari ini, tingkat keterisian penumpang dari Jember menuju Jakarta tercatat penuh.
“Untuk penerbangan hari ini semua kursi rute Jember ke Jakarta terpenuhi sejumlah 70 seat. Sedangkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke Bandara Noto Hadinegoro terisi 18 seat,” tambahnya.
Gatot kembali menegaskan bahwa penundaan sebelumnya bukan tanpa alasan. Seluruh persiapan dilakukan secara menyeluruh agar operasional penerbangan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami mempersiapkan semua, termasuk dari Pertamina Patra Niaga kami bernegosiasi karena dia juga BUMN jadi pakai hitungan bisnis. Atas bantuan mas Kawendra penerbangan ini mulai bisa hari ini,” tandas Gatot Triyono.
Menutup pers rilis, Gatot memastikan bahwa penerbangan Fly Jaya rute Jakarta–Jember akan beroperasi secara berkelanjutan sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati hingga akhir tahun 2026.
(Sgt)



















Discussion about this post