
Jurnalis.co.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi terus ditunjukkan.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menghadiri tasyakuran selesainya sebagian perbaikan jalan poros ekonomi yang menghubungkan Desa Kuala Dua–Desa Mekar Sari–Desa Sungai Asam di Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (17/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sujiwo menegaskan target penyelesaian perbaikan jalan strategis itu sebelum Hari Raya Idulfitri mendatang.
Jalan poros ekonomi ini menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat lintas desa sekaligus jalur utama pergerakan ekonomi kawasan.
Sujiwo mengungkapkan, pengerjaan jalan dengan total anggaran mencapai Rp22,6 miliar tersebut bersumber dari berbagai skema pendanaan, mulai dari bantuan kementerian terkait, Dana Bagi Hasil (DBH), hingga APBD Kabupaten Kubu Raya.
“Kalau kita hanya mengharapkan APBD cuma (mampu) Rp1 miliar. Satu miliar tok maksudnya. Kalau kita enggak ‘ngamen’, saya ngamen dari kantor kementerian satu (ke) kementerian satu, ketemu teman-teman DPR RI (untuk mendapatkan bantuan anggaran),” tutur Sujiwo mengungkapkan.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan dilaksanakan dengan berpegang pada tiga asas utama, yakni manfaat yang tinggi, skala prioritas, dan keadilan.
Kawasan tersebut, menurutnya, melayani belasan desa yang selama ini terdampak langsung akibat kondisi jalan yang rusak.
“Nah, makanya Alhamdulillah tahun ini target saya pas saat lebaran sudah tuntas jalan yang dari Kuala Dua sampai ke sini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sujiwo menjelaskan makna di balik penamaan jalan poros ekonomi. Menurutnya, akses jalan yang mulus dan fungsional akan memicu pergerakan ekonomi, membuka peluang usaha baru, serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Setelah mulus, setelah fungsional, setelah berfungsi secara maksimal, maka akan terjadi yang namanya pergerakan ekonomi. Akhirnya pertumbuhan ekonomi meningkat. Nah, kalau pertumbuhan ekonomi meningkat, maka kesejahteraan rakyat meningkat,” paparnya.
Untuk menjaga keberlanjutan manfaat jalan tersebut, Sujiwo juga mengimbau partisipasi masyarakat dalam penerangan jalan secara swadaya.
Selain itu, ia meminta peran aktif kepala desa dalam mengatur lalu lintas angkutan, khususnya truk pengangkut kelapa sawit, agar tidak melebihi kapasitas jalan.
“Tonase, supaya janganlah ngangkut semaunya. Itu zalim. Zalim terhadap negara. Sementara keuntungannya untuk mereka sendiri. Nah, ini tolong Pak Kades ya, harus ada ketegasan,” ucapnya berpesan.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap keberadaan jalan poros ekonomi ini benar-benar menjadi tulang punggung pertumbuhan wilayah, memperlancar mobilitas warga, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa-desa yang dilalui.
[Sul]




















Discussion about this post