
Jurnalis.co.id – Upaya mewujudkan Pontianak sebagai kota ramah anak terus diperkuat. Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 5 Kota Pontianak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan hak anak, sekaligus langkah preventif membangun kesadaran sejak dini di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Pontianak, Mardiana, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kepedulian bersama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
“Perlindungan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan aman, terlindungi, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Dinsos Kota Pontianak dalam menciptakan lingkungan yang menghargai hak anak serta memberikan ruang bagi tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta dibekali pemahaman tentang pencegahan kekerasan agar anak tidak berhadapan dengan hukum.
Materi yang disampaikan meliputi pemahaman hak anak, penerapan pola asuh positif, penghindaran kekerasan fisik maupun verbal, pengendalian emosi, serta pentingnya edukasi berkelanjutan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui adanya kekerasan terhadap anak, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta segera melakukan penanganan apabila anak menunjukkan perubahan perilaku yang mengarah pada masalah psikososial,” tegasnya.
Mardiana menambahkan, apabila anak telah berhadapan dengan hukum, peran pendampingan pekerja sosial menjadi sangat penting.
Pendampingan tersebut bertujuan melindungi hak anak, mencegah terjadinya kekerasan selama proses hukum, serta mendorong penyelesaian melalui mekanisme diversi yang lebih mengedepankan pemulihan.
“Pendekatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan adalah kunci agar masa depan anak tetap terlindungi,” pungkasnya.
(rdh)



















Discussion about this post