
Jurnalis.co.id – Kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit Ngabeh, Jalan Angkasa Pura II, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, menyita perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
Lebih dari dua jam, Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung berjibaku memadamkan api bersama tim gabungan, Kamis (22/1/2026).

Dengan selang di tangan dan kaki terbenam lumpur gambut, Sujiwo menyatu bersama para petugas dan relawan. Kehadirannya di tengah medan berat pemadaman menjadi simbol bahwa penanganan karhutla bukan semata urusan teknis, tetapi juga soal kepemimpinan dan keberpihakan pada keselamatan masyarakat.
“Kita sedang berjibaku karena Kubu Raya lagi ‘diserang’ kebakaran hutan dan lahan. Per hari ini sudah ada 58 titik api. Dan memang langganan, begitu kemarau ya seperti ini,” ujar Sujiwo di sela pemadaman.
Meski demikian, Sujiwo menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Ia menekankan pentingnya ikhtiar dan kehadiran pemerintah di tengah situasi krisis.
“Kita tidak boleh berpasrah diri. Kita harus berupaya. Saya sebagai pimpinan daerah harus hadir memberikan motivasi dan semangat kepada para relawan yang tidak mengenal siang dan malam,” katanya.
Sujiwo mengungkapkan proses pemadaman telah berlangsung sejak malam hingga dini hari. Ia bahkan memantau langsung kondisi di lapangan pada tengah malam saat sejumlah relawan masih bertahan di lokasi kebakaran.
“Tadi malam saya memantau, tengah malam pun masih ada yang melakukan pemadaman. Mohon doanya, semoga kebakaran ini bisa kita atasi,” ucapnya.
Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, hingga damkar swasta.
“Saya akan bersama teman-teman relawan, TNI, Polri, BPBD, damkar, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan semua pihak lainnya. Terima kasih sudah luar biasa membantu pemadaman ini,” ucapnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada jajaran kepolisian yang aktif di lapangan dengan pembagian sektor pemadaman untuk mempercepat pengendalian api.
“Ini Pak Kapolres luar biasa. Kami bagi tugas, tadi beliau di sektor sana,” kata Sujiwo.
Selain fokus pada pemadaman, Sujiwo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat musim kemarau masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda hujan.
“Kami mengimbau masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, karena belum ada tanda-tanda kita akan hujan,” tegasnya.
Ia menjelaskan ketersediaan sumber air menjadi faktor krusial dalam proses pemadaman. Akses yang sulit dan keterbatasan air dapat membuat upaya pemadaman menjadi jauh lebih berat.

“Sumber air di sini bagus. Kalau airnya tidak ada, roda empat enggak bisa masuk, roda dua juga enggak bisa, kita akhirnya hanya bisa berpasrah dan memohon pertolongan Tuhan,” sebutnya.
Lebih lanjut, Sujiwo menegaskan posisi strategis Kabupaten Kubu Raya sebagai wilayah yang memiliki objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio. Karena itu, karhutla di wilayah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Kubu Raya ini jadi atensi karena kita punya objek vital, Bandara Supadio. Kita berupaya supaya jarak pandang tidak turun di bawah 2.000 meter. Kalau 3.000 sampai 5.000 meter, insyaallah penerbangan masih aman,” terangnya.
Ia mengingatkan, jika gangguan penerbangan terjadi, dampaknya tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga kesehatan dan pendidikan akibat paparan asap berkepanjangan.
“Kalau terlalu lama, akan menyebabkan ISPA, gangguan pernafasan, bahkan bisa mengganggu pendidikan karena sekolah terpaksa diliburkan,” jelasnya.
Sujiwo menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh upaya pemadaman mendapat dukungan penuh, termasuk dari sisi anggaran.
“Saya bilang ke Pak Kalak BPBD, saya jamin secara pribadi dan sebagai bupati, anggaran akan kita back up. Jangan ragu menurunkan pasukan. Kita hadapi ini bersama,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan agar karhutla segera terkendali dan hujan lekas turun.
“Kita tidak boleh menyerah. Yakinlah, ketika kita berusaha, Tuhan pasti menolong kita,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Kubu Raya Kadek Ary Mahardika menyatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan penyelidikan awal guna memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Tadi juga saya sudah perintahkan Kasat Reskrim Polsek Sungai Raya untuk melihat di sekitar lokasi untuk melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres Kubu Raya.
Ia menegaskan, apabila ditemukan indikasi kuat adanya unsur kesengajaan, kepolisian tidak akan ragu meningkatkan proses hukum ke tahap selanjutnya.
“Dan apabila dimungkinkan adanya kesengajaan, tentu akan kita tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
[Sul]




















Discussion about this post