
Jurnalis.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember kian serius memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak. Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, memassifkan Program Bucin Kesianak (Bupati Cinta Kesehatan Ibu dan Anak) melalui gerakan besar dengan menerjunkan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) langsung ke tengah masyarakat.
Gerakan kolaboratif lintas sektor ini dipimpin oleh tenaga kesehatan Kabupaten Jember dan dipusatkan di GOR PKPSO Kaliwates, Senin (26/1/2026).
Ribuan tenaga kesehatan, terdiri dari perawat dan bidan di bawah naungan Dinas Kesehatan Perlindungan Anak Pemberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Jember, tampak hadir memenuhi lokasi kegiatan.
Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga dihadiri seluruh camat se-Kabupaten Jember, seluruh kepala puskesmas, para kepala dinas, serta tiga direktur Rumah Sakit Daerah, yakni RSD dr Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat.
Program Bucin Kesianak sendiri telah resmi diluncurkan oleh Gus Fawait melalui soft launching di Jember Sport Garden (JSG) pada 20 Oktober 2025.
Sebagai pilot project, program ini menyasar sejumlah kecamatan, di antaranya Silo, Jelbuk, Mangli, Andongsari, Ambulu, Tanggul, dan Jombang.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa sudah saatnya Kabupaten Jember melakukan lompatan besar untuk keluar dari posisi terbelakang dalam angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Timur.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut merupakan tugas bersama yang dipandu oleh tenaga kesehatan Pemerintah Kabupaten Jember.
Ia menekankan, di tingkat kecamatan, tanggung jawab utama berada di pundak camat dan kepala puskesmas. Kinerja keduanya, kata Gus Fawait, akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan berdasarkan capaian yang diraih.
Dengan nada tegas, Gus Fawait menegaskan keseriusannya dalam penanganan persoalan kesehatan kepada dua pejabat tersebut.

“Kalau masih ingin jadi camat, kalau masih ingin jadi kepala puskesmas, maka tunjukkan kinerja yang baik dalam penanganan Stunting, penurunan AKI dan AKB,” katanya tegas.
Penegasan tersebut, lanjutnya, bukanlah bentuk ancaman, melainkan dorongan dan motivasi agar seluruh jajaran terpacu bekerja lebih serius dan kolaboratif.
Ia mengingatkan bahwa sejak pelantikan kepala puskesmas beberapa hari sebelumnya, tahun 2026 telah dicanangkan sebagai tahun pembuktian kinerja.
Saat disinggung mengenai kemungkinan tambahan insentif bagi tenaga kesehatan yang ditugaskan dalam program tersebut, Gus Fawait menjawab dengan nada ringan.
“TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) nya lho sudah tidak dikurangi,” jawab Gus Fawait sambil tersenyum.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Perlindungan Anak Pemberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Jember, Zamroni, memaparkan kriteria evaluasi yang akan diterapkan dalam penilaian triwulan ke depan.
“Yang pasti, karena ini menejemen krisis, pertama pendampingan ibu hamil terkait deteksi dini risiko tinggi stunting. Kedua penguatan edukasi ibu anak melalui panduan buku KIA . Tiap petugas akan dilengkapi bukunsaku sebagai SOP,” jawab Zamroni yang masa tugas pengabdiannya tinggal tiga bulan itu.
(Sgt)




















Discussion about this post