
JURNALIS.co.id – Menutup bulan pertama Tahun 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait mengambil langkah strategis dengan membentuk dua Satuan Tugas (Satgas) sekaligus.
Kebijakan ini lahir sebagai respons langsung atas keresahan publik yang belakangan ramai disuarakan warga Jember.

Dua isu utama menjadi sorotan masyarakat, yakni keluhan terhadap program MBG serta kerap meluapnya sungai-sungai akibat tingginya curah hujan yang dipicu bencana hidrometeorologi.
Menjawab persoalan tersebut, Gus Fawait memilih langkah cepat dan terbuka.
Berlokasi di teras Pendopo Bupati Jember, Wahyawibawagraha, Gus Fawait menyampaikan secara langsung kepada publik program kerja nyatanya melalui forum Pro Gus’e Update.
Kegiatan ini turut dihadiri awak media nasional dan lokal lintas platform, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Diskominfo Kabupaten Jember.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menghadirkan seluruh jajaran pimpinan daerah, mulai dari kepala OPD, Asisten Sekretariat Daerah, staf ahli, 31 camat, hingga 50 kepala puskesmas.
Satgas pertama yang dibentuk adalah Satgas Penanganan Kemiskinan, MBG dan Penurunan Stunting, AKI, AKB yang diketuai oleh Kepala Dinas Sosial Akhmad Helmi Luqman, yang juga merangkap sebagai Penjabat Sekretaris Daerah.
Sementara itu, Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang diketuai oleh Kepala Bapenda Jember, Ahmad Fauzi.
Dalam paparannya, Gus Fawait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung program MBG yang diprakarsai Presiden Prabowo.
Program tersebut diyakini mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Masalah kemiskinan tidak bisa diserahkan ke satu OPD, tidak akan mampu, tetapi harus diselesaikan dengan bersama-sama,” ucap Bupati Jember, Sabtu, (31/1/2026).
Ia kembali mengingatkan bahwa angka kemiskinan Kabupaten Jember berada di peringkat kedua terbawah se-Jawa Timur, bahkan menjadi yang tertinggi di tingkat provinsi.

Oleh sebab itu, sesuai dengan janji politiknya, Gus Fawait menegaskan penanganan kemiskinan menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Menurutnya, persoalan kemiskinan memiliki keterkaitan erat dengan stunting, Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Ibu (AKI).
Program MBG diyakini mampu meningkatkan asupan gizi masyarakat miskin, khususnya anak-anak usia sekolah.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Satgas juga dibentuk hingga tingkat kecamatan, diketuai oleh camat dengan dukungan koordinator wilayah MBG serta unsur TNI dan Polri.
Selain itu, Bupati membentuk koordinator wilayah yang diketuai oleh asisten dan staf ahli guna mengawasi pelaksanaan Satgas kecamatan serta memastikan validitas data kemiskinan dan program MBG.
Dalam sesi tanya jawab bersama media, Gus Fawait menjawab setiap pertanyaan dengan lugas.
Terkait dugaan penyalahgunaan lahan DAS (Daerah Aliran Sungai) yang diduga “dicaplok” oleh pengembang, ia memerintahkan Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang untuk melakukan kajian mendalam.
Gus Fawait menegaskan bahwa pembentukan satgas bukan untuk mencari kesalahan pejabat sebelumnya, melainkan mencari solusi.
Namun demikian, apabila ditemukan kejanggalan atau pelanggaran prosedur tata kelola ruang, satgas dapat merekomendasikan langkah hukum.
Menjawab pertanyaan lain, Gus Fawait menegaskan bahwa tugas Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang tidak bertentangan dengan Perda RPJMD, justru memperkuat arah pembangunan daerah.
“RPJMD adalah dasar dari seluruh proses pembangunan di kabupaten Jember. Justru menurut saya, satgas ini (satgas infrastruktur dan tata ruang) memperkuat dari target-target yang sudah ditetapkan dalam Perda RPJMD kabupaten Jember,” jawab Gus Fawait atas pertanyaan wartawan media online Jurnalis.co.id biro Jember.
(Sgt)




















Discussion about this post