
JURNALIS.co.id – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fungsi kontrol sosial dan mendorong arah pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, terbuka dan menyambut baik keberadaan seluruh organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan selama bergerak dalam koridor hukum dan nilai kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan Bahasan saat membuka kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pontianak di Balai Pertemuan Budaya Madura, Jalan Selat Panjang, Jumat (6/2/2026).

Ia menilai GMNI sebagai bagian dari jejaring organisasi nasional memiliki sejarah panjang dalam membangun kesadaran kritis serta keberpihakan kepada rakyat kecil.
“Pemerintah Kota Pontianak terbuka terhadap semua golongan dan organisasi. Kami justru membutuhkan kontrol sosial dari adik-adik mahasiswa, tentu dengan kajian yang kuat dan berbasis fakta,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahasan juga menyinggung upaya pengentasan kemiskinan yang terus dilakukan Pemerintah Kota Pontianak.
Ia menyebutkan, angka kemiskinan di Kota Pontianak menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir dan diharapkan dapat terus ditekan melalui kolaborasi lintas sektor.

Kebijakan pemerintah, lanjutnya, tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan dan pendidikan, tetapi juga diarahkan pada program-program jangka panjang yang mendorong kemandirian masyarakat.
“Bantuan langsung itu penting sebagai langkah awal, tapi yang utama adalah bagaimana masyarakat bisa mandiri. Jangan hanya diberi ikan, tapi juga kail,” tegasnya.
Bahasan menegaskan, pemerintah tidak alergi terhadap kritik, termasuk kritik yang bersifat tajam, selama disampaikan secara konstruktif dan berbasis data.
Ia mendorong kader GMNI untuk terus memperkuat tradisi intelektual melalui riset, kajian, serta advokasi yang faktual, khususnya dalam mengawal implementasi kebijakan publik yang menyentuh kepentingan masyarakat menengah ke bawah.
Melalui kegiatan KTD tersebut, Bahasan berharap lahir kader-kader GMNI yang tidak hanya militan secara ideologis, tetapi juga matang secara intelektual dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Pontianak.
(rdh)




















Discussion about this post