

JURNALIS.CO.ID – MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar operasi pasar murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Imlek 2026. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Kelenteng Tri Dharma, tepatnya di samping Badan Pemadam Api Mempawah (BPAM), Minggu (8/2/2026), tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar serta tepat sasaran. Operasi pasar murah ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi, khususnya menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan bahan pokok cenderung meningkat.
Wakil Bupati Juli Suryadi mengatakan, momentum menjelang perayaan keagamaan seringkali diikuti lonjakan kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan.
“Menjelang hari besar seperti Imlek, permintaan kebutuhan pokok biasanya meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga. Karena itu, pemerintah hadir melalui operasi pasar murah untuk membantu masyarakat dan menekan laju inflasi daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan warga, khususnya yang akan merayakan Imlek, tetap bisa memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.
“Kami ingin masyarakat bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan, sehingga perayaan Imlek dapat berlangsung dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) yang berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Provinsi Kalimantan Barat.
Sebanyak 650 paket komoditas kebutuhan pokok disediakan dalam operasi pasar murah tersebut. Masyarakat dapat menebus setiap paket dengan harga Rp90.000. Satu paket berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 1 liter minyak goreng.
Selain bertujuan mengendalikan inflasi, program ini juga difokuskan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, terutama warga yang akan merayakan Hari Raya Imlek.
Untuk menjaga ketertiban dan kelancaran distribusi, panitia memberlakukan sistem antrean menggunakan kupon. Pengurus Kelenteng Tri Dharma turut dilibatkan dalam penyebaran informasi kepada masyarakat agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran. (san)




















Discussion about this post