
JURNALIS.co.id – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ketapang Masa Bakti 2025–2028 resmi dilantik Rabu (11/2/2026).
Pelantikan dipimpin Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, dr Muhammad Wahyu Utomo, dan dihadiri Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir.
Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar IDI Nomor 0406-PB-A.4-02-2026 tentang Pengesahan Susunan Personalia Pengurus IDI Cabang Ketapang Masa Bakti 2025–2028.

Dalam struktur baru, dr Juhendro resmi menjabat Ketua IDI Cabang Ketapang, didampingi dewan pertimbangan, dewan pakar, serta pengurus bidang organisasi lainnya.
Selain seremoni, pelantikan dirangkai berbagai kegiatan sosial yang digelar selama dua hari (10–11 Februari 2026).
Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, pemeriksaan kesehatan dan penyerahan alat bantu bagi penyandang disabilitas, pemeriksaan USG oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal, serta penyuluhan kesehatan bersama Perdoski Cabang Pontianak.
Kegiatan lain yang digelar antara lain skrining kusta dan skabies, Health Talk untuk edukasi masyarakat, serta seminar awam yang difasilitasi POGI Wilayah Kalimantan Barat.
Seluruh rangkaian ini menjadi bukti nyata pengabdian profesi dokter kepada masyarakat Ketapang. Pelantikan juga diwarnai pengesahan Pengurus Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Ketapang.
Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pengurus IDI yang baru.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh jajaran Pengurus IDI Cabang Ketapang yang baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” katanya.
Jamhuri menegaskan, profesi dokter adalah officium nobile atau profesi mulia, yang membutuhkan pendidikan panjang dan biaya besar.
“Tenaga medis adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan para dokter. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga, merawat, dan memperhatikan kesejahteraan tenaga medis,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelayanan kesehatan di Kabupaten Ketapang terus mengalami peningkatan. Stigma negatif terhadap rumah sakit daerah yang sempat muncul beberapa tahun lalu kini perlahan berubah berkat kualitas pelayanan yang semakin prima.
Pemerintah berharap IDI menjadi wadah komunikasi dan penyalur aspirasi para dokter. Menurut Jamhuri, komunikasi yang baik antara organisasi profesi dan pemerintah penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
“Kalau tidak ada komunikasi dan diskusi, kami tidak akan tahu apa saja kendala di lapangan. Kami terbuka untuk masukan demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan naskah pelantikan, pengambilan janji pengurus, penandatanganan berita acara, serta pengalungan tanda jabatan kepada Ketua IDI Cabang Ketapang yang baru.
[Lim]



















Discussion about this post