
JURNALIS.co.id — Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
Kunjungan ini menjadi perhatian khusus mengingat Jember saat ini menempati peringkat pertama tingkat kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Timur.
Rombongan BP Taskin dipimpin Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule, yang menyambangi Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah.

Dalam sambutan selamat datang, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan kebanggaannya terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sangat peduli kepada masyarakat miskin.
Ia juga menceritakan kedekatannya secara ideologis dengan Prabowo sejak muda dan keterlibatannya di Partai Gerindra.
“BP Taskin adalah terobosan yang luar biasa, bahwa Presiden Prabowo tidak saja omon-omon tapi beliau konkret membentuk suatu badan untuk merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan,” ucap Gus Fawait.
Gus Fawait juga mengapresiasi kehadiran Wakil Ketua BP Taskin ke Jember, daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 2,7 juta jiwa.
“Terima kasih sudah datang ke Jember,” ucap Gus Fawait kepada Iwan Sumule dari Jakarta dengan mengendarai kendaraan dinas berplat RI 41 itu.
Sementara itu, Iwan Sumule menegaskan pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kita tahu bahwa program SiTaskin atau Sinergi Pengentasan Kemiskinan, merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan membantu kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan yaitu anak yatim piatu, lansia tunggal dan cacat disabilitas,” ucap Iwan dalam sambutannya.
BP Taskin menggandeng berbagai instansi dan lembaga, baik pemerintah maupun swasta, untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Jember.
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan berbagai bantuan kepada warga miskin ekstrem, di antaranya 200 paket Gemarikan, 250.000 paket sembako dari BAZNAS, reaktivasi PBI JKN, sembako Kemenag untuk Kampung Zakat, program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), jambanisasi, kacamata pintar YDSN Jatim, serta bantuan lansia berdaya.
Iwan juga menyampaikan target percepatan penurunan angka kemiskinan secara nasional, yakni penurunan satu digit dalam satu tahun.
Berdasarkan survei per Maret 2025, angka kemiskinan nasional berada pada 8 persen dan diharapkan turun menjadi 4 persen pada 2029.
Acara tersebut turut dihadiri Forkopimda, Muspika Jenggawah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Cabang Bulog Jember, Sekretaris PT Pupuk Indonesia, serta tamu undangan lainnya.
[Sgt]




















Discussion about this post