
JURNALIS.co.id – Pasar Dogom Permai yang berlokasi di Kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, kini berada dalam kondisi memprihatinkan.
Pasar yang dibangun sejak 2019 menggunakan dana APBD bernilai miliaran rupiah itu tak lagi difungsikan secara optimal dan tampak terbengkalai.
Pada awalnya, pasar sempat dimanfaatkan oleh pedagang. Namun, hanya dalam hitungan bulan, aktivitas perdagangan berpindah ke luar bangunan karena kondisi di dalam pasar dinilai panas dan kurang nyaman.

Kini, bangunan pasar mulai rusak, bahkan atapnya dilaporkan sudah bocor dan menyebabkan genangan air saat hujan turun.
Salah seorang pedagang, Mariani, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pasar tersebut. “Atapnya saja saat ini sudah bocor sehingga ketika hujan, di dalam pasar air mulai tergenang,” ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa pada 2021 banyak pedagang sempat berjualan di dalam pasar, namun tidak bertahan lama. “Waktu itu banyak pedagang berjualan memakai payung di dalam pasar ini,” tuturnya.
Menurut Mariani, pembangunan pasar tersebut terkesan tidak tepat guna. “Saya sebagai pedagang berharap agar pasar Dogom Permai ini direnovasi ulang, terutama dinding dan meja atau lapak ini dibongkar saja biar lebih lapang,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengakui bahwa desain pasar kurang sesuai dengan kondisi setempat.
“Jadi kita akan renovasi kembali dan kita sesuaikan dengan kondisi yang ada di tempat kita. Karena kita sudah kita kaji, karena beberapa hal belum bisa kita tindaklanjuti,” ujarnya.
Bupati juga menyadari bahwa pasar tersebut belum representatif bagi pedagang sehingga banyak keluhan yang muncul.
Pemerintah daerah berencana melakukan renovasi agar pasar dapat kembali difungsikan secara optimal dan memberi kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
(Opik)




















Discussion about this post