
JURNALIS.co.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menggelar peringatan satu tahun masa kepemimpinannya dengan tajuk Setahun Berkarya di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (20/2/2026).
Ribuan undangan hadir dalam momentum tersebut. Tampak Ketua DPRD Kabupaten Jember Abdul Halim yang satu partai dengan Gus Fawait di Partai Gerindra, jajaran Forkopimda Jember, relawan, tokoh agama, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, Wakil Bupati Jember Djoko Susanto tidak terlihat hadir.
Master of Ceremony (MC) memberikan kesempatan kepada tokoh agama Islam, ulama kondang sekaligus Pengurus Pusat Nahdlatul Ulama, Dr KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab, untuk memberikan testimoni.

Gus Aab mengajak para undangan bersyukur atas kepemimpinan Gus Fawait di Kabupaten Jember. Dalam testimoninya, ia menyoroti tiga capaian utama yang dinilai tidak bisa diabaikan.
Pertama, terciptanya situasi dan kondisi yang aman serta kondusif di Jember. Menurutnya, kepemimpinan Gus Fawait berhasil menghadirkan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.
Kedua, terpenuhinya layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga kurang mampu.
Ketiga, peningkatan ekonomi daerah melalui stabilitas sosial yang mendukung pembangunan. Gus Aab mencontohkan program beasiswa yang dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jember.
Selain itu, Gus Aab juga memberikan nasihat kepada Gus Fawait.
“Jadilah pemimpin yang senang dikritik. Tidak semua kritik itu menjatuhkan tapi ada kritik yang membangun. Jangan anti kritik,” tutur Gus Aab.
Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri bagi seorang pemimpin.
“Ketik posisi di atas harus banyak mawas diri, banyak instropeksi diri!” ucapnya.

Nasihat terakhir yang disampaikan adalah agar Gus Fawait memperbanyak rasa syukur dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Sementara itu, Gus Fawait mengaku bersyukur atas dukungan berbagai pihak selama setahun masa kepemimpinannya, mulai dari tokoh agama, pimpinan partai, kepala dinas, ASN, relawan, hingga masyarakat.
“Satu tahun ini menjadi dasar untuk pembuktian di empat tahun berikutnya. Saya mohon doanya kepada para kyai, kepada semuanya yang hadir sore ini,” ucap Gus Fawait.
Ia juga menyinggung adanya pihak yang kontra terhadap gaya kepemimpinannya.
“Soal ada yang terus-terusan mencaci maki ndak usah berkecil hati. Itu adalah orang yang mencintai dalam bentuk yang berbeda,” katanya.
Gus Fawait mengungkapkan bahwa saat menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur selama dua periode, dirinya jarang mendapat olokan.
Namun, sejak menjadi Bupati Jember, ia mengaku hampir setiap hari menerima kritik dan cibiran.
Sebagai informasi, Bupati Jember Gus Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara Jakarta bersama kepala daerah lainnya. Saat ini, hubungan keduanya disebut tengah kurang harmonis.
[Sgt]



















Discussion about this post