
JURNALIS.co.id — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember dan meresmikan revitalisasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Balung yang telah rampung 100 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember atas dukungan terhadap program revitalisasi sekolah tahun 2025.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jember atas dukungannya pada program revitalisasi 2025, sehingga tuntas 100 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara nasional pemerintah telah mengalokasikan anggaran hingga Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.
Peresmian di SMPN 1 Balung, kata dia, merupakan bagian dari rangkaian peresmian revitalisasi sekolah yang dihadiri langsung oleh Mendikdasmen RI di berbagai daerah.
Selain perbaikan fisik bangunan sekolah, pemerintah pusat juga fokus pada penguatan digitalisasi pendidikan melalui penyaluran perangkat teknologi.
“Kami juga menyalurkan 286.680 IFP (Interactive Flat Panel), untuk sementara satu sekolah satu IFP sudah bisa digunakan,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan bahwa paket IFP bersifat four in one, yakni panel interaktif, pelatihan guru, hard disk, dan laptop pendukung.
“Ini merupakan bukti komitmen Bapak Presiden untuk mewujudkan Astacita yang keempat, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Abdul Mu’ti menambahkan, pemerintah pusat juga meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui program pendidikan lanjutan bagi guru yang belum berijazah D4 atau S1.
“Tahun 2025 lalu kami memberikan bantuan pendidikan program S1 dengan sistem RPL (Recognisi Pembelajaran Lampau) untuk 12.500 guru di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Untuk tahun anggaran 2026, Kemendikdasmen telah mengalokasikan Rp14 triliun untuk revitalisasi sekolah yang saat ini masih dalam proses verifikasi dan validasi, termasuk usulan dari Kabupaten Jember.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, program revitalisasi sekolah akan ditambah menjadi sekitar 60 ribu satuan pendidikan. Kami mengusulkan total sekitar 71.700 satuan pendidikan ke DPR RI melalui anggaran tambahan,” terangnya.
Peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian, di antaranya melalui pelatihan Bimbingan Konseling bagi seluruh guru yang juga akan dihitung sebagai jam mengajar.
“Kami ingin kemampuan dan kesejahteraan guru meningkat,” tandasnya.
Kemendikdasmen juga mendukung program MBG sebagai bagian dari implementasi tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mendikdasmen RI dan bantuan revitalisasi sekolah di Jember.
“Tahun lalu kami mengusulkan renovasi gedung sekolah rusak sebanyak 1.320 unit. Alhamdulillah melalui program revitalisasi tahun 2025 kami mendapat revitalisasi 124 sekolah,” ujarnya.
Gus Fawait juga meminta tambahan kuota revitalisasi untuk tahun 2026.
“Pengusulan kami di tahun 2026 lebih dari 300 sekolah, Pak Kyai,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember mendukung penuh program-program Presiden Prabowo.
(Sgt)




















Discussion about this post