
JURNALIS.co.id – Pembangunan jalan poros ekonomi di Kecamatan Teluk Pakedai akan segera dituntaskan.
Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan, keberadaan jalan poros di seluruh kecamatan sangat mendesak untuk menunjang mobilitas orang dan distribusi barang, sehingga pengerjaan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan prinsip keadilan.
“Membangun suatu daerah, pertama bangunlah dengan hati, bangunlah dengan cinta dan kasih sayang. Karena membangun itu ada tiga asas yang selalu saya perhatikan: asas manfaat, asas prioritas, dan asas keadilan,” kata Sujiwo usai menghadiri safari Ramadan pemerintah daerah di Masjid Nurul Islam, Kecamatan Teluk Pakedai, Sabtu (28/2/2026).

Sujiwo menekankan pembangunan harus dilakukan secara berkeadilan tanpa mempertimbangkan faktor politik, termasuk politik elektoral.
“Memang kalau dari kacamata politik elektoral, Teluk Pakedai ini tidak akan dilirik. Bayangin, DPT tidak sampai 20 ribu, jaraknya jauh, jalannya rusak. Tetapi ketika kita membangun dengan hati, kita mengedepankan asas keadilan. Karena jalan rusak itulah makanya saya harus bangun,” ujarnya.
Jalan poros Teluk Pakedai telah dianggarkan kembali senilai Rp 2,5 miliar, dan pengerjaan dipastikan dimulai setelah Lebaran oleh Dinas Pekerjaan Umum.
“Tahun 2025 kemarin juga sudah masuk Rp 2,5 miliar. Tahun ini (pengerjaan) dari dermaga, saya yakin sudah lewat ke Desa Teluk Pakedai Dua ini. Mudah-mudahan bisa lewat. Karena jalan poros ini menjadi aspirasi yang sangat penting. Kemudian yang ke arah Desa Arus Deras, Sungai Deras, juga kita bangun,” jelas Sujiwo.
Dengan terbangunnya jalan poros, Bupati berharap camat dan kepala desa ikut membangun semangat partisipasi masyarakat, termasuk melalui gotong royong dan penataan fasilitas jalan.

“Saya lihat sudah mulai lampu-lampu hias, lampu jalan ini keren banget. Kemudian nanti gotong royong harus dibangkitkan kembali setiap hari Minggu atau mungkin setiap hari Jumat. Begitu juga barau-baraunya yang belum terpasang dilebarin, karena terlalu tinggi jalannya. Kalau ada batang kelapa yang tidak berbuah ditebang, taruh kanan-kiri, jepit, kasih tanah, sehingga jalannya juga bisa menjadi lebar,” pintanya.
Sujiwo juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat di tengah keterbatasan negara, karena Kabupaten Kubu Raya sempat mengalami pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp397 miliar.
Meski begitu, ia memastikan hal itu tidak akan mengganggu pelayanan publik.
“Bahkan saya masih target untuk menuntaskan seluruh jalan poros strategis atau jalan poros ekonomi di satu periode kepemimpinan saya dengan Pak Sukiryanto. Dan sektor-sektor lain juga nantinya akan kita perhatikan, (seperti) kesehatan, pendidikan, pertanian, perikanan, akan kita perhatikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sujiwo menilai Safari Ramadan sebagai momentum tepat untuk lebih dekat dengan rakyat, membangun dan merajut tali persaudaraan.
“Saya ingin dekat, ngeklik, dan terbangun ikatan emosi. Makanya tidak boleh saya menjaga jarak. Saya ingin selalu melekat di hati masyarakat,” tutupnya.
[Sul]




















Discussion about this post