
JURNALIS.co.id – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyaksikan langsung Eksibisi Olahraga Domino (ORADO) yang digelar oleh Federasi Olahraga Domino (ORADO) Kota Pontianak di Gardu I-Rian, Jalan Irian, Pontianak Selatan, Minggu (1/3/2026) malam.
Eksibisi bertema “Memintarkan Indonesia” ini diikuti 64 peserta, dan digelar sejak 28 Februari hingga partai final yang dijadwalkan 2 Maret 2026.
Edi mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wadah positif untuk mengembangkan olahraga berbasis strategi dan kecerdasan.

Menurutnya, domino bukan sekadar permainan, melainkan olahraga yang melatih konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan membaca situasi.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa domino adalah olahraga yang mengasah strategi dan daya pikir. Ini sejalan dengan tema ‘Memintarkan Indonesia’, karena olahraga juga berperan dalam membentuk karakter dan kecerdasan,” ujarnya.
Dia berharap domino dapat menjadi olahraga berprestasi bagi Pontianak. Permainan domino, yang dikenal dengan gaple dan remi domino, kini telah dimodifikasi menjadi cabang olahraga dengan peralatan khusus, aturan baku, dan sistem pertandingan profesional.
“Semoga olahraga domino tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi mampu melahirkan atlet yang bisa bersaing di level nasional bahkan internasional,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edi menyaksikan antusiasme peserta yang didominasi pemain senior, menandakan olahraga ini memiliki basis komunitas yang kuat.
“Kalau ada kejuaraan gaple biasanya pesertanya membludak dan sangat ramai. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup besar,” ucapnya.
Wali Kota Edi menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung berbagai cabang olahraga yang berkembang di masyarakat, termasuk domino, selama tertib dan membawa manfaat positif. Kegiatan semacam ini juga dinilai mampu mempererat silaturahmi antarwarga.
“Yang terpenting adalah kebersamaan dan sportivitas. Saya berharap ORADO Kota Pontianak terus membina atlet-atlet domino agar mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi dan nasional,” tutupnya.
(rdh)



















Discussion about this post