
JURNALIS.co.id – Bupati Kubu Raya Sujiwo memberikan apresiasi kepada para relawan pemadam kebakaran (damkar) yang selama ini dinilai berperan besar dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bentuk apresiasi itu diwujudkan dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada para relawan, Jumat (6/3/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan setelah Sujiwo memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.
Bupati Sujiwo menilai para relawan damkar memiliki dedikasi tinggi dan militansi dalam membantu penanganan karhutla di wilayah Kubu Raya.
“Karena itu pemerintah wajib untuk memberikan atensi,” tegasnya.
Sujiwo mengungkapkan bantuan paket sembako tersebut merupakan dukungan dari Bank Kalbar.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas partisipasi pihak perbankan dalam membantu para relawan.
“Terima kasih kepada Bank Kalbar yang sudah berpartisipasi membantu paket sembako sebanyak seribu paket yang kita distribusikan kepada para relawan,” ucapnya.
Selain bantuan sembako, pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah menganggarkan lebih dari Rp270 juta untuk honor para relawan damkar.
Sujiwo meminta para relawan tidak menilai bantuan dari besaran nominalnya, melainkan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah atas pengabdian mereka.
Ia bahkan menyebut para relawan sebagai patriot yang rela berkorban demi keselamatan masyarakat.
“Kenapa saya katakan patriot? Karena mereka luar biasa. Di saat orang tidur lelap, tengah malam, mereka masih di lapangan berjibaku dengan asap, dengan debu, dengan api. Saya sering turun ke lapangan, sering membersamai mereka, sehingga saya tahu bagaimana suasana kebatinan mereka,” tuturnya.
“Mereka para relawan. Relawan itu adalah orang-orang yang rela, makanya disebut sebagai relawan,” tambahnya.
Menurut Sujiwo, meskipun berstatus relawan, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian.
Tidak hanya dalam bentuk honor atau insentif, tetapi juga melalui penyediaan peralatan kerja yang memadai.
“Saat ini kita akan lakukan inventarisasi peralatan, baik itu mesin maupun selang, baik itu punya TNI, Polri, swasta, maupun punya pemerintah. Dan saya sudah komunikasi dengan teman-teman yang nanti insyaallah akan ikut bergotong royong,” jelasnya.
Sujiwo menegaskan kesiapsiagaan menghadapi karhutla harus dilakukan secara maksimal. Hal ini mengingat Kabupaten Kubu Raya memiliki wilayah gambut terluas di Kalimantan Barat.
Selain itu, di wilayah tersebut juga terdapat sejumlah objek vital seperti bandara dan instalasi militer yang memerlukan perlindungan ekstra dari ancaman kebakaran.
“Makanya kita berikan atensi secara maksimal, Pertama, Kubu Raya ini merupakan kabupaten yang terluas area gambutnya. Yang kedua, Kubu Raya mempunyai objek vital yang namanya bandara,” ungkapnya.
Ia menambahkan Kubu Raya juga berperan sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, dengan keberadaan sejumlah fasilitas penting seperti perkantoran pemerintah, markas kepolisian dan militer, hingga rumah sakit.
“Contoh Polda dan Kodam Tanjungpura. Polda langsung di batas kota dan Kabupaten Kubu Raya. Kemudian ada beberapa rumah sakit. Kita ada Rumah Sakit Angkatan Darat Kartika Husada, Rumah Sakit Angkatan Udara, dan Rumah Sakit Umum Daerah TBSI. Ini yang akhirnya Kubu Raya ini menjadi atensi,” paparnya.
Apel siaga tersebut digelar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan akan mulai terjadi pada awal April mendatang berdasarkan informasi dari BMKG.
“Maka mohon dengan segala hormat dari lubuk hati kami yang paling dalam kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya, untuk menahan diri. Tolong jangan melakukan pembakaran, pembukaan lahan dengan alasan apapun,” pintanya.
[Sul]






















Discussion about this post