
JURNALIS.co.id – Isu kelangkaan BBM yang sempat memicu antrean di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember langsung direspons serius oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak tetap aman.
Dalam peninjauan tersebut, Helmi menyambangi sejumlah SPBU di wilayah Kota Jember sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait kondisi stok BBM yang dipastikan mencukupi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait agar pemerintah bergerak cepat meredam keresahan masyarakat.
Helmi, sapaan akrab Pj Sekdakab Jember, turun bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pihak Pertamina, serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk memantau langsung distribusi BBM di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Helmi juga menyampaikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi dengan menimbun BBM demi keuntungan pribadi.
“Saya ingatkan juga, masyarakat yang menimbun BBM, hati-hati! Kami nanti akan mengerahkan APH untuk bisa cek di lapangan, di pinggir-pinggir jalan yang menjual bensin-bensin eceran, yang menimbun, nantinya akan ditindak oleh APH,” ucap Helmi, Jumat, (6/3/2026).
Tim pemantauan yang dipimpin oleh Pj. Sekda Kabupaten Jember tersebut meninjau empat SPBU di wilayah Jember kota.
Rangkaian pemantauan dimulai dari SPBU Gebang, SPBU Ahmad Yani, SPBU Kaliwates, hingga berakhir di SPBU Tawang Alun.
Dari hasil pemantauan tersebut, tim memastikan bahwa distribusi BBM di wilayah Jember masih berjalan normal tanpa kendala berarti.
Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina guna memastikan kelancaran pasokan hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi hingga ke tingkat pengecer yang bisa memicu kepanikan di masyarakat.
“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketahanan stok saat ini berada pada level yang sangat baik, bahkan cenderung berlebih dari estimasi konsumsi harian normal,” ungkap Helmi.
Berdasarkan data dari Pertamina, pasokan harian beberapa jenis BBM bahkan telah ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.
Tercatat sebanyak 580 ton Pertalite dan lebih dari 300 ton Pertamax telah didistribusikan ke wilayah Kabupaten Jember pada hari ini.
“Angka ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas energi bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat Jember,” tegas Helmi.
Melanjutkan arahan Bupati Jember Gus Fawait, Helmi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Pemerintah memastikan stok BBM tetap tersedia dan Pertamina siap menambah pasokan apabila terjadi peningkatan kebutuhan di lapangan.
“Melalui langkah-langkah preventif dan represif ini, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan BBM di Kabupaten Jember tetap terjaga. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal isu ini demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan seluruh warga Kabupaten Jember,” pungkasnya.
(Sgt)






















Discussion about this post