
JURNALIS.co.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama ratusan tokoh pemuda serta organisasi kemasyarakatan di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan kalangan pemuda guna mempererat silaturahmi sekaligus menyerap berbagai masukan untuk pembangunan Kabupaten Jember.
Bupati Fawait menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap ide, kritik, dan gagasan dari para tokoh pemuda maupun organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah.
Ratusan tokoh pemuda dari berbagai organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi, organisasi ekstra kampus seperti PMII, HMI, KAHMI, IMM, Ansor, Fatayat NU, serta Pemuda Kristen.
Selain itu, hadir pula para ketua organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama yang tergabung dalam Musyawarah Antar Gereja (MAG) Kabupaten Jember.
Gus Fawait menyampaikan bahwa ia membutuhkan masukan yang segar dan orisinal dari kalangan pemuda untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.
Ia mengaku memahami pola pikir para pemuda karena pada masa kuliahnya juga aktif sebagai aktivis mahasiswa di Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga memaparkan sejumlah persoalan utama yang dihadapi Kabupaten Jember pada awal masa pemerintahannya.
Salah satu persoalan utama adalah kemiskinan yang berdampak pada tingginya angka stunting. Padahal menurutnya, Jember memiliki potensi besar dengan banyaknya pondok pesantren dan perguruan tinggi.
Di sisi lain, kondisi keuangan rumah sakit daerah saat awal pemerintahannya juga menghadapi persoalan.
Rumah Sakit Daerah dr Soebandi bersama dua rumah sakit daerah lainnya disebut memiliki beban utang.
Untuk mengatasinya, pemerintah daerah melakukan langkah efisiensi anggaran, termasuk mengalihkan anggaran pembelian mobil dinas serta membatalkan sejumlah kegiatan rapat.
Pada 1 April 2025, Pemkab Jember juga menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) yang bertujuan meningkatkan layanan kesehatan sekaligus memperkuat kinerja rumah sakit daerah.
Gus Fawait menyebutkan bahwa pendapatan RSD dr Soebandi dalam lima bulan meningkat signifikan dari Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar.
Selain persoalan kemiskinan, masalah lain yang dihadapi adalah banyaknya gedung sekolah yang mengalami kerusakan.
Tercatat sebanyak 1.532 bangunan sekolah dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas berada dalam kondisi rusak.
Dengan keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Jember kemudian mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat untuk program revitalisasi sekolah.
Pada tahun 2025, Kabupaten Jember memperoleh program revitalisasi sekolah terbesar secara nasional dengan total 124 sekolah.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah daerah juga meluncurkan program beasiswa pendidikan yang memungkinkan mahasiswa penerima bantuan tetap mendapatkan dukungan hingga menyelesaikan studinya. Program tersebut menargetkan 20.000 penerima dalam kurun waktu lima tahun.
Dalam sektor pelayanan publik, Pemkab Jember juga membuka kanal pengaduan masyarakat melalui layanan Wadul Gus’e. Hingga saat ini tercatat sekitar 12.000 aduan yang masuk melalui saluran tersebut.
Menurut Gus Fawait, kanal tersebut dibuka agar tidak ada jarak antara pemimpin dan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beberapa waktu lalu menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jember.
Sejumlah proyek strategis direncanakan akan dimulai pada tahun 2026, di antaranya pembangunan Flyover Mangli dan renovasi Pasar Tanjung.
Selain itu, pelayanan administrasi kependudukan juga diperkuat dengan penambahan blangko KTP elektronik sebanyak 68.000 keping serta penambahan mesin perekaman yang memungkinkan pelayanan dilakukan di setiap kecamatan.
Di akhir sambutannya, Gus Fawait kembali mengajak para tokoh pemuda untuk aktif memberikan masukan demi kemajuan Kabupaten Jember.
“Saya tunggu masukan adik-adik mahasiswa dan pemuda. Saya pikir itu saudara-saudara. Akhirnya saya minta maaf apabila dalam menyambutan dan penyajian kami ada yang kurang.” tutup Gus Fawait.
(Sgt)






















Discussion about this post