
JURNALIS.co.id – Pemerintah Kota Pontianak bersama Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) memperpanjang perjanjian kerja sama untuk memperkuat sinergi di berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Penandatanganan perpanjangan kerja sama tersebut berlangsung di Ruang VIP Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (10/3/2026).
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus mendukung penanganan berbagai persoalan perkotaan, seperti kebersihan, infrastruktur, hingga pengaturan lalu lintas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, terutama dalam memfasilitasi mahasiswa UMP mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah.
“Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk bersinergi dan berkolaborasi, terutama dalam memfasilitasi mahasiswa menerapkan ilmu yang didapatkan di kampus,” ujarnya usai penandatanganan.
Menurut Edi, sejumlah aspek yang menjadi perhatian bersama antara pemerintah kota dan pihak kampus di antaranya pengelolaan keamanan dan keselamatan mahasiswa, pengaturan lalu lintas, serta penataan lingkungan kampus yang berada di kawasan pusat kota.
Ia menilai pengelolaan sampah, drainase, dan limbah perlu terus diperkuat guna mendukung program kota hijau, bersih, dan tertata.
“Salah satunya pengelolaan sampah di lingkungan kampus serta bagaimana kampus dapat menunjang program Kota Pontianak,” katanya.
Edi juga menyoroti keberadaan UMP sebagai salah satu pusat pendidikan di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Saat ini jumlah mahasiswa UMP diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang, dengan sekitar 20 persen di antaranya merupakan warga ber-KTP Pontianak.
Kehadiran ribuan mahasiswa tersebut dinilai turut menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Aktivitas kampus seperti kegiatan akademik, acara kampus hingga wisuda kerap mendatangkan keluarga mahasiswa dari luar daerah.
“Aktivitas meningkat, rumah kos bertambah penghuninya, perekonomian bergerak, dan jumlah konsumen UMKM juga meningkat,” jelasnya.
Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan inovasi dari berbagai program studi di UMP, seperti teknik mesin dan kesehatan masyarakat, untuk membantu penanganan persoalan sampah mulai dari tingkat rumah tangga hingga perkantoran.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti mahasiswa dari tujuh fakultas di UMP juga dapat dikolaborasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu penanganan wilayah yang masih rawan kekumuhan di Pontianak.
Sementara itu, Rektor UMP Heriansyah menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam kerja sama tersebut.
“Sebagai lembaga pendidikan, yang paling penting adalah pengembangan sumber daya manusia, baik bagi mahasiswa maupun dosen, agar dapat berkontribusi dan memberi manfaat bagi Pemerintah Kota Pontianak,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Pontianak dengan lokasi strategis, UMP siap mendukung berbagai program pemerintah kota, terutama yang berkaitan dengan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Pontianak memiliki peran penting dalam pengembangan institusi pendidikan.
“UMP tidak bisa berkembang tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota,” katanya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat membantu mengatasi berbagai persoalan kota seperti kemacetan, kepadatan, hingga pengelolaan lingkungan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan di Kota Pontianak.
( Rdh )





















Discussion about this post