
JURNALIS.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, program pasar murah yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Pontianak membawa kebahagiaan bagi banyak penerima manfaat.
Salah satunya dirasakan Bunda Dara, kader Posyandu Mufakat di Kelurahan Pallima, yang mengaku sangat terbantu dengan paket sembako yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Bagi para kader posyandu yang selama ini mengabdikan diri secara sukarela membantu pelayanan kesehatan masyarakat, bantuan tersebut menjadi perhatian yang sangat berarti dari pemerintah daerah.
Menurut Bunda Dara, paket bantuan yang disediakan tahun ini terasa lebih lengkap karena tidak hanya berisi bahan pokok, tetapi juga kebutuhan yang relevan menjelang Lebaran.
“Ini luar biasa. Bagi kami para kader posyandu ini sangat membantu, apalagi menjelang Lebaran,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan para kader posyandu selama ini menjalankan tugas dengan penuh dedikasi untuk membantu pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing.
Meski tidak menerima honor tetap, semangat pengabdian tetap menjadi motivasi utama mereka.
“Kalau kader posyandu memang sudah terbiasa bekerja untuk masyarakat. Walaupun tidak ada honor tetap, kami tetap menjalankan tugas dengan ikhlas,” katanya.
Menurutnya, bantuan paket sembako melalui pasar murah tersebut menjadi bentuk perhatian dan penghargaan dari pemerintah daerah terhadap para kader yang selama ini aktif dalam kegiatan pelayanan masyarakat.
“Ini merupakan penghargaan yang luar biasa bagi kami. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak, khususnya Pak Wali Kota Edi Rusdi Kamtono dan Ibu Yanieta,” ungkapnya.
Para kader posyandu sendiri masih tetap menjalankan berbagai kegiatan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain kegiatan posyandu rutin, mereka juga turut membantu pelaksanaan sejumlah program kesehatan masyarakat di wilayahnya, termasuk program Makan Bergizi Gratis.
Dalam kegiatan pasar murah kali ini, panitia menyediakan 1.500 paket sembako dengan harga terjangkau yang diperuntukkan bagi kader PKK, anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), kader posyandu serta guru PAUD di Kota Pontianak.
Ketua TP-PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian PKK untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang Lebaran.
Paket sembako dijual dengan harga Rp77.500 yang berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter.
Sebagian paket juga dilengkapi dengan telur sebanyak 10 butir, sementara paket lainnya mendapatkan satu botol sirup sebagai pengganti karena keterbatasan stok telur.
“Sebanyak 1.500 paket kami siapkan. Sebagian mendapatkan telur dan sebagian mendapatkan sirup, namun semua tetap mendapatkan paket sembako,” jelas Yanieta.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi inisiatif TP PKK bersama berbagai mitra dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.
Ia juga memastikan bahwa stok bahan pokok di pasar-pasar di Kota Pontianak masih tersedia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Kegiatan pasar murah ini tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Stok bahan pokok di pasar-pasar juga masih tersedia. Kalaupun ada kenaikan harga biasanya sifatnya fluktuatif karena meningkatnya permintaan menjelang Lebaran,” ujarnya.
Edi berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan dan menjangkau masyarakat di enam kecamatan di Kota Pontianak,” tutupnya.
(rdh)






















Discussion about this post