
JURNALIS.co.id – Bupati Kubu Raya Sujiwo menyerahkan bantuan paket sembako kepada 50 penyandang disabilitas di Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (13/3/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kegiatan berbagi yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan.
Sujiwo mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya para difabel.
“Ini memang setiap tahun menjadi agenda saya, karena bulan suci Ramadan ini adalah bulan yang penuh ampunan dan keberkahan, bulan di mana kita jadikan momentum untuk saling berbagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian penerima bantuan merupakan difabel yang tidak memiliki pekerjaan karena keterbatasan kondisi fisik. Oleh sebab itu, menurutnya negara harus hadir untuk memberikan perhatian dan dukungan.
“Kami sedang berpikir bagaimana ada regulasi yang benar-benar langsung mengarah kepada mereka. Kita siapkan regulasi itu untuk menyasar dan menyentuh mereka sehingga mendapatkan atensi dari negara,” tambahnya.
Sujiwo juga mengungkapkan kegiatan berbagi yang digagasnya setiap Ramadan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Banyak donatur yang ikut berpartisipasi dalam membantu masyarakat.
“Ini memang ditunggu masyarakat. Kegiatan semacam ini sudah kami lakukan selama sembilan tahun. Hanya kali ini cukup spesial karena tidak sendirian. Saya dibersamai oleh teman-teman dari Perumdam Tirta Raya, Bank Kalbar, dan beberapa sahabat lainnya. Makanya kita tidak menggunakan APBD,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sujiwo menyebut pihaknya bersama sejumlah mitra tengah menghimpun sekitar 35 ribu paket sembako untuk masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.
Hingga saat ini, sebanyak 27 ribu paket telah berhasil didistribusikan ke sembilan kecamatan.
Penerima bantuan tersebut berasal dari berbagai kelompok masyarakat, di antaranya pengemudi ojek daring, relawan pemadam kebakaran, petugas kebersihan, porter bandara, difabel, hingga pramukantor atau office boy.
“Kemudian kita juga menyasar sopir taksi bandara, tukang parkir, fakir, miskin, dan janda-janda tidak mampu. Bahkan kita juga melakukan bedah rumah. Bedah rumah itu pun hasil kolaborasi. Dan ternyata banyak tangan-tangan baik dan hati-hati yang mulia,” pungkasnya.
[Sul]























Discussion about this post