
JURNALIS.co.id – Harapan menemukan korban terakhir kecelakaan kapal MV JH 07 di Sungai Kapuas, Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, belum membuahkan hasil.
Setelah tujuh hari pencarian intensif, operasi SAR terhadap anak buah kapal (ABK) bernama Yan Zhe resmi dihentikan sementara, Kamis (19/3/2026) sore.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan tim SAR gabungan, mulai dari penyisiran permukaan hingga penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai.

“Pada hari ketujuh ini, pencarian dilakukan dengan pola visual dan penyelaman dengan luas area mencapai radius hingga 10 nautical mile dari lokasi kejadian,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Namun hingga pukul 16.35 WIB, pencarian belum juga menunjukkan hasil. Tidak ada tanda-tanda keberadaan korban yang ditemukan di lokasi maupun area perluasan pencarian.
“Operasi SAR hari ketujuh dihentikan sementara dengan hasil nihil. Korban atas nama Yan Zhe belum ditemukan,” jelasnya.
Keputusan penghentian operasi diambil setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama pihak perusahaan PT WAI serta seluruh unsur SAR yang terlibat.
Hasil evaluasi menyimpulkan bahwa pencarian selama tujuh hari tidak menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, pada pukul 17.10 WIB, Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR.
“Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Selanjutnya Kansar Pontianak tetap melakukan pemantauan dan koordinasi. Jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali,” tambahnya.
Diketahui, insiden terbaliknya kapal MV JH 07 di Sungai Kapuas melibatkan tiga orang korban. Dua di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Benget Situmeang dan Shang Mingde.
Sementara itu, satu korban lainnya, Yan Zhe, hingga kini masih dinyatakan hilang.
( rdh )




















Discussion about this post