
JURNALIS.co.id– Harapan masyarakat Desa Ujung Said untuk segera menikmati fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tampaknya harus tertunda.
Program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang diproyeksikan menjadi motor kesejahteraan nelayan di Kabupaten Kapuas Hulu ini kini tengah menjadi sorotan hangat.
Meski pengerjaan telah dimulai sejak tahun 2025, bangunan yang berlokasi di Kecamatan Jongkong tersebut hingga kini tak kunjung tuntas.
Kondisi ini memaksa Pemerintah Pusat mengambil langkah untuk memperpanjang masa kontrak kerja proyek senilai Rp20 miliar dari APBN 2025 tersebut.
Berdasarkan jadwal awal, proyek yang mencakup pembangunan fisik serta pengadaan ini seharusnya rampung pada akhir tahun 2025.
Namun, memasuki tahun 2026, aktivitas pengerjaan oleh PT Duta Tunggal Jaya selaku kontraktor masih terus berlangsung.
Kendala logistik, seperti sulitnya material bangunan dan tingginya biaya transportasi, sempat menjadi keluhan pihak pelaksana di lapangan.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kapuas Hulu, Sukiman, mengonfirmasi bahwa perpanjangan kontrak telah resmi diberikan agar proyek strategis ini tetap berjalan hingga tuntas.
“Jadi semula di jadwalkan dapat selesai pada Desember tahun 2025, dan diharapkan pihak perusahaan bisa lebih cepat dalam penyelesaian pekerjaan pembangunan KNMP, biar pengurus koperasi bisa cepat memfungsikan bangun sesuai dengan tujuan awal dari program pembangunan KNMP,” katanya, Rabu (1/4/2026).
Sukiman menekankan pentingnya komitmen pengelola nantinya dalam menjaga aset negara ini demi keberlanjutan bantuan pusat di masa depan.
“Kalau dijaga dengan sebaik-baiknya, agar pemerintah pusat tetap percaya untuk membangun di Kabupaten Kapuas Hulu,” ucapnya.
Ia pun menyimpan harapan besar agar di tahun 2026 ini, Kapuas Hulu kembali mendapatkan kepercayaan untuk lokasi KNMP selanjutnya dengan melibatkan potensi pengusaha daerah.
“Semoga di tahun 2026 ini ada usulan dari kabupaten Kapuas Hulu yang di tetapkan menjadi lokasi pembangunan KNMP selanjutnya, dan kedepan ada kontraktor-kontraktor lokal bisa ikut andil dalam pembangunan KNMP,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Ujung Said, Dian Pramana Putra, memperkirakan progres fisik bangunan saat ini telah menyentuh angka 80 persen. Meski progresnya signifikan, ia tetap berharap percepatan dilakukan agar manfaatnya segera dirasakan warga desa.
“Tapi saya belum menanyakan lagi ke pihak kontraktor,” ucapnya.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa para tenaga kerja sudah kembali bergerak menuju lokasi proyek usai masa jeda.
“Informasi tadi para pekerja proyek KNMP hari ini sudah mulai mudik ke Desa Ujung Said, untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” pungkasnya.
(Opik)






















Discussion about this post