
Jurnalis.co.id – Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) terus dilanjutkan oleh Bupati Jember, Gus Fawait. Walau program ini menghasilkan perbedaan pendapat di masyarakat Kabupaten Jember.
Sempat istirahat beberapa waktu pasca lebaran, program Bunga Desaku kembali dilakukan di Kecamatan Mumbulsari. Ada 7 desa di sana. Yaitu Lampeji, Karang Kedawung, Suco, Tamansari, Kawangrejo, Lengkong dan Mumbulsari.
Program ini kemungkinan berlangsung selama dua hari berturut-turut. Hari pertama, Gus Fawait menyapa warga Desa Karang Kedawung dan Lampeji.
Sebagai informasi, pada titik awal di Balai Desa Karang Kedawung, Gus Fawait tidak bisa hadir. Padahal, ratusan warga telah lama menunggu. Walhasil, mereka harus menelan kekecewaan lantaran Gus Fawait tidak datang.
Acara santunan anak yatim di lokasi ini akhirnya dipimpin oleh Siswono, Anggota DPRD Kabupaten Jember dari partai Gerindra, yang merupakan warga asli Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari.
Perlu diketahui, Gus Fawait telah menyiapkan bantuan untuk santunan 200 anak yatim di Kecamatan Mumbulsari melalui Dinas Sosial. Meski raganya tidak di tempat, tetapi santunan tetap diberikan.
Di titik kedua, Gus Fawait datang menjumpai para kader posyandu serta Ketua RT dan RW se-kecamatan, walau terlambat beberapa jam. Ia pun alasan tersendiri mempertahankan program Bunga Desaku.
“Saya ingin, yang bertemu Bupati Jember bukan hanya golongan elit saja. Tapi rakyat juga punya hak yang sama. Betul,” ucap Gus Fawait, Senin (6/4/2026).
Sewaktu melaksanakan program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari, Gus Fawait mengajak Pimpinan DPRD, Kepala OPD, Direktur RSD, para Camat hingga pejabat penting lainnya.
Kepada wartawan, Gus Fawait bilang, tujuannya datang ke Kecamatan Mumbulsari yang pertama adalah halal bihalal dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kedua, kami ingin serap aspirasi masyarakat secara langsung,” seru Gus Fawait.
Tak lama berselang, Gus Fawait, mempersilakan warga menyampaikan uneg-uneg langsung ke ia.
Seorang warga Desa Lengkong, Amirudin, mengusulkan kepada Bupati Gus Fawait supaya jembatan menuju Bandara Noto Hadinegoro diperbaiki atau dilebarkan. Karena Bandara tersebut merupakan ikon baru Jember.
Amir juga mengusulkan agar program gerobak cinta (mlijo cinta) dilanjutkan. Sebab, ia berpendapat, program tersebut sangat membantu pelaku UMKM.
Sementara itu, kader Posyandu, Sisilia mengusulkan kursi dan meja untuk operasional pelayanan. Kader lainnya, Sunaida mengharapkan, adanya beasiswa bagi anak-anak kader Posyandu.
Permintaan warga langsung dijawab Bupati. Ia bilang jika tahun ini ada jalur kekhususan. Salah satunya anak dari kader-kader Posyandu. Berkas permohonan harap ditulisi “Anak Kader Posyandu”.
Sementara itu, di wahana internet, warganet tak sedikit yang mengkritisi program Bunga Desaku. Beberapa dari mereka menyebut, program Gus Fawait merupakan tindakan yang hanya membuang-buang duit. (Sgt)






















Discussion about this post