
Jurnalis.co.id – Sebanyak 67 mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari mendapat edukasi keselamatan kerja dari PT PLN Persero UIP3B Kalimantan, Rabu (1/4/2026).
Kuliah umum tentang keselamatan, Kesehatan kerja dan keamanan ketenagalistrikan ini berlangsung di Aula Gedung Baru Unisca, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Selatan. Mahasiswa antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Di kuliah umum tersebut, manajemen PLN tidak hanya memperkenalkan peran strategisnya bagi sistem kelistrikan Kalimantan. Tetapi juga menanamkan pentingnya budaya keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Manager Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan PLN UIP3B Kalimantan, Nofa Fajar Jiwanto menyampaikan, momentum pasca Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk kembali menguatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas.
“Pasca Idul Fitri ini kita jadikan refleksi untuk semua kembali meneguhkan komitmen terhadap keselamatan kerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa aspek K2 dan K3 bukan hanya kewajiban di dunia industri, tetapi juga menjadi budaya yang harus dimiliki sejak di bangku perkuliahan,” kata Nofa.
Materi yang disampaikan adalah pemahaman tentang ruang aman dan ruang bebas pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi. Termasuk berbagai potensi gangguan instalasi listrik yang dapat terjadi akibat aktifitas manusia. Mahasiswa diajak memahami bahwa aktifitas di sekitar jaringan listrik tetap aman selama mengikuti ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan menegaskan, kolaborasi bersama dunia pendidikan merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran keselamatan sejak dini.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin dan praktisi di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memiliki pemahaman yang kuat terkait keselamatan ketenagalistrikan. PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi masyarakat,” ucap Riko.
Dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Kalimantan, Ir Rendi, ST MT menyampaikan, kuliah umum yang diselenggarakan PLN, telah memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, bukan hanya dalam menambah pengetahuan teknis, tetapi juga memperdalam pemahaman terkait pentingnya penerapan K3 dan K2 di dunia industri.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri. Mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana standar keselamatan dan profesionalisme diterapkan di sektor ketenagalistrikan,” ujarnya.
Rendi berharap, kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Dari sisi PLN, perseroan juga berharap, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang turut menyebarkan pemahaman tentang keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan di lingkungan sekitarnya.
Terakhir, pasca Idul Fitri 1447 Hijriah diharapkan menjadi energi baru untuk terus memperkuat budaya keselamatan. Demi mendukung sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan. (dis)




















Discussion about this post